INILAH.COM, Jakarta Salah satu anggota Tim 9 pengusung Hak Angket Bank Century, Maruarar Sirait dimaki-maki mahasiswa saat berorasi di depan hampir dua ribu demonstran yang menggelar aksi di depan Gedung DPR, Selasa (1/12).
Sekitar pukul 11.30, atau usai rapat paripurna, terlihat Maruarar Sirait, Andi Ahmad, yang jadi salah satu anggota Tim 9 berjalan keluar. Saat itu mereka diikuti Ramadhan Pohan dari Fraksi Partai Demokrat.
Beberapa langkah di depan gedung rapat paripurna, mereka bertemu dengan Fadjroel Rahman. Kali ini, Fadjroel bersama beberapa orang yang menyebut dirinya Saksi (Serikat Konstituen Indonesia). Kepada Ara, panggilan akrab Maruarar Sirait, Fadjroel menyematkan rangkaian bunga sebagai tanda dukungan.
Setelah itu Ara, Andi Ahmad dan Ramadhan Pohan berjalan ke gerbang depan Gedung MPR/DPR yang jaraknya sekitar 200 meter. Di depan gerbang sudah ada ribuan massa aksi yang menggelar demo sejak pukul 10.00.
Kedatangan Ara dan anggota DPR yang lain disambut teriakan. Saat itu, massa aksi di depan gedung terbagi dua. Mereka berada di sisi kiri dan kanan.
Di sebelah kiri adalah massa underbow PDI-P. Mereka terdiri dari dua kelompok aksi. Yaitu, Redpem (Relawan Penegak Demokrasi) dan Jamper (Jaringan Pemuda Penggerak). Mereka meneriakkan yel-yel dukung Pansus Century sambil membawa bendera PDI-P.
Di sebelah kana, ada sekitar seribu kelompok mahasiswa dari berbagai univeristas di Jakarta menggelar aksinya. Mereka membatasi diri dengan garis batas mahasiswa yang bergandengan tangan.
Di depan massa PDI-P, Ara langsung berorasi. Intinya, dia menyampaikan apa yang telah disepakati Tim 9, yang sudah mempunyai komitmen untuk mendukung Pansus Hak Angket Century.
''Ada syarat utama untuk menjadi anggota Pansus Hak Angket Century. Yaitu, tidak bisa dibeli, ditakuti, dibodohi dan punya rasa malu kalau gagal,'' kata Ara disambut teriakan massa aksi.
Setelah itu, Andi Ahmad dan Ramadhan Pohan dari Fraksi Partai Demokrat berorasi. Tak lama, mereka berjalan ke massa mahasiswa. Tapi, kedatangan Ara dan Andi Ahmad, sama sekali tak dianggap.
Para mahasiswa melakukan orasi. Ara sempat bertanya pada para mahasiswa aksi untuk melakukan orasi. Tapi, jawabannya di luar dugaan. Para mahasiswa itu menolak Ara untuk berorasi di depan massa mereka.
''Kami tidak mau didomplengi anggota DPR. Apalagi anggota Tim 9,'' teriak mahasiswa sambil menunjuk Ara.
Suasana sempat tegang. Tapi, Ara dan anggota DPR yang lain mengalah. Selanjutnya, mereka kembali ke dalam gerbang gedung DPR RI.
Saat ditanya, Ara hanya senyum. ''Ya. Biasalah, namanya mahasiswa,'' kata Ara.[iaf/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !