INILAH.COM, Tulungagung - Pembantu Letnan Dua (Pelda) Winarto (47), anggota Koramil Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur bunuh diri dengan melindaskan tubuhnya di bus.
"Dia datang dari arah timur dengan mengendarai sepeda motor dinasnya. Saat sampai di depan pintu terminal Tulungagung, ia berhenti lalu memarkir kendaraannya dan bergegas mendekati bus yang saat itu hendak keluar dari terminal," kata Pendik Lesmono, salah seorang saksi mata, Selasa sore.
Dia sempat mengira korban hendak ada keperluan di terminal, nyatanya ia malah melakukan aksi bunuh diri, dengan merangkak masuk ke dalam kolong bus Harapan Jaya dengan Nomor Polisi AG 7678 UR jurusan Tulungagung-Jakarta yang akan berangkat, sehingga tubuh dan anggota badan lainnya terlindas bus.
Warga yang mengetahui kejadian langsung panik, bahkan, sopir bus, Suhut juga langsung menghentikan laju kendaraanya, untuk mengetahui kejadian tragis itu.
Suhut mengaku kaget dan tidak menyangka jika korban akan melakukan aksi nekat tersebut. Ia sempat mengira, jika korban hendak naik bus, mengingat korban sudah memarkir sepeda motornya dan seperti mau naik dari belakang.
"Saya tidak mengira jika ia nekat bunuh diri. Awalnya, saya mengira ia akan naik bus lewat pintu belakang," kata Suhut dengan suara yang masih bergetar.
Sementara itu, petugas dari TNI dan Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung langsung datang ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain mengamankan tubuh korban, petugas juga mengamankan kendaraan yang dinaiki korban ke markas TNI.
Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas dari Tulungagung-Trenggalek sempat macet. Petugas yang berada di lokasi, juga terjun ke lapangan, agar lalu lintas lancar.
Komandan Regu CPM Kodim 0807 Tulungagung, Sersan Mayor Machfud mengatakan belum mengetahui dengan pasti penyebab nekatnya korban untuk bunuh diri. Ia hanya menduga, kemungkinan korban ada masalah dengan keluarganya.
"Kami belum mengetahui dengan pasti motif korban bunuh diri. Kami masih melakukan penyelidikan, termasuk kemungkinan ada masalah keluarga," kata Machfud.
Hingga saat ini, jenazah korban masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Iskak Tulungagung, sambil menunggu keluarga. [*/wdh]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !