Senin, 28 Mei 2012 | 20:10 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Adanya Skandal Bank Century
Din: SBY Bertanggung Jawab
Headline
Din Syamsudin - inilah.com /Dokumen
Oleh: Laela Zahra
web - Selasa, 1 Desember 2009 | 16:45 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Presiden SBY dikatakan turut bertanggung jawab atas skandal Bank Century yang diduga merugikan negara sebesar Rp 6,7 triliun. Sebab, diduga skandal tersebut dilakukan oleh anak buahnya.

"Secara etis Presiden tidak boleh tinggal diam, harus ikut bertanggung jawab," kata Din Syamsudin dalam pertemuan dengan Tim 9 di Kantor PP Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya, Jakarta Pusat, Selasa (1/12).

Din menjelaskan, presiden harus ikut bertanggung jawab dalam persoalan Bank Century karena telah memilih Boediono sebagai pasangan calon wakil presidennya dalam Pemilu Presiden 2009. Begitu juga Sri Mulyani, merupakan Menteri Keuangan yang dipilih sendiri oleh SBY dalam dua periode jabatannya.

Din berharap presiden dengan menggunakan hati nuraninya dapat mempertanggungjawakan secara moral kepada masyarakat. "Maka kalau beliau punya hati nurani, tahu caranya," pungkasnya. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
harnel verry
Jumat, 4 Desember 2009 | 11:06 WIB
Masalah ini nampaknya tidak murni lagi masalah penegakan hukum dan keadilan, tetapi mengarah kepada fitnah, pembunuhan karakter, sekaligus balas dendam politik. 1.Uang 6,7 T bukan uang pemerintah, tapi uang yang dikumpulkan oleh LPS dari bank anggota -> negara tidak dirugikan karena asset bank century masih bisa disita untuk negara. 2. Aliran dana tersebut dibayarkan kepada nasabah baik nasabah pribadi maupun perusahaan, sebagian di simpan lagi di BI -> mengapa harus ribut?
Mustofa
Rabu, 2 Desember 2009 | 20:22 WIB
Ini malah memperkeruh suasana
Harry
Selasa, 1 Desember 2009 | 18:05 WIB
Sudahlah Pak Din anda Tidak perlu buat komentar ndak perlu, apa belum lupa waktu Pilpres anda berkoar koar dukung Pak JK tapi hasilnya malah Nol Besar, itu artinya ente ndak dipercaya omongannya.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.