Senin, 28 Mei 2012 | 20:11 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tidak Bisa Minta ke Baling-baling Bambu
PPATK: Kami Bukan Doraemon
Headline
Yunus Husein - inilah.com /Dokumen
Oleh: Irfan Ali Fauzi
web - Selasa, 1 Desember 2009 | 21:38 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Wajah Yunus Husein tegang. Dia menarik nafas panjang. Di hadapan wartawan, beberapa saat setelah keluar dari ruang pimpinan DPR RI, Selasa (1/12), pukul 17.30 WIB.

Puluhan wartawan sudah menunggu. Jumpa pers dilakukan di ruang rapat pimpinan DPR. Yunus Husain, ketua Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) didampingi oleh Pimpinan DPR RI, lengkap.

Ketua DPR RI, Marzuki Alie. Wakil Ketua, Priyo Budi Santoso dari Golkar, Pramono Anung dari PDIP, Marwoto Mitrohardjono dari PAN dan Anis Matta dari PKS.

Sebelum Yunus Husein berbicara, Ketua DPR Marzuki Alie memberikan penjelasan.

''Kita jangan terlalu berharap banyak pada PPATK. Bagaimanapun, PPATK memiliki banyak keterbatasan. Sampai saat ini, PPATK sudah berusaha. Dan, mereka hanya mampu menyampaikan 50 rekening nasabah yang mendapat aliran dana dari Bank Century,'' kata Marzuki.

Selanjutnya, Yunus Husein memberikan penjelasan. Dia memulai dengan beranalogi:''PPATK bukan Doraemon yang bisa minta baling-baling bambu, lalu semua bisa didapat.''

Apa yang sudah dilakukan oleh PPATK sampai saat ini, adalah kerja maksimal. "Kami mendukung pelaksanaan angket oleh DPR," ujar Yunus Husein.

Karena itu, PPATK melakukan penelusuran terhadap aliran dana Bank Century. Hasilnya, ada 51 rekening yang telah diteliti.

"Sejak audit investigasi BPK, kami mendukung sepenuhnya panitia angket dan akan membantu sesuai dengan informasi yang kami miliki. Kami ada keterbatasan karena BPK mintanya juga terbatas hanya 51 nasabah saja," ujar Yunus Hussein.

Menurut Yunus, dari 51 nasabah yang diminta telusuri, hasilnya ada 44 nasabah perorangan dan 7 nasabah perusahaan. Kisaran rekening antara Rp 39 juta - Rp 20 milyar.

"Totalnya semua Rp 146,7 Milyar. Sisanya ke nasabah yang berhak menerima," katanya.

Untuk Hak angket Century, menurut Yunus, pihaknya akan memberi laporan tertulis kepada DPR tentang data-data dari PPATK.

"Kami siap bantu. Apalagi jika masuk ranah jika spesifik. Kalau tidak spesifik maka akan menyusahkan," kata dia.

Penjelasan selanjutnya, tak banyak yang berubah. Intinya, apa yang menjadi harapan publik bahwa PPATK bisa menjelaskan satu per satu siapa yang menerima aliran dana Bank Century, adalah hal yang imajiner. Mustahil.

Apalagi sampai mengungkapkan tentang aliran itu masuk ke rekening partai politik atau masuk ke rekening orang-orang yang diisukan dekat dengan istana, menjadi lebih mustahil lagi.

Usai pertemuan, salah seorang Wakil Ketua DPR dari Golkar, Priyo Budi Santoso mengatakan bahwa besok pimpinan DPR akan memanggil KPK.

''Jangan patah semangat. Kami akan panggil KPK untuk klarifikasi Century. Karena itu, kita harus dukung tugas Pansus untuk mengusut Century. Dan, kita minta PPATK juga bisa memaksimalkan penelusuran aliran dana itu,'' tegas Priyo.

Yunus Husein, terlihat makin kusut wajahnya saat meninggalkan ruang pimpinan DPR.

''PPATK bukan doraeman, yang bisa minta ke baling-baling bambu, lalu semuanya bisa didapat,'' kata Yunus. Jadi, kalau bukan doraemon, PPATK itu apa?[iaf/mut/ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.