inovasi portal berita
Rabu, 8 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,998.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Wiranto : Boediono-Sri Mulyani Harusnya Ngaca

Headline
Wiranto - inilah.com /Dokumen
Oleh: Fidela Hasworini
Selasa, 1 Desember 2009 | 23:03 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Meski baru sebatas dugaan, namun keterlibatan Boediono-Sri Mulyani semakin kuat terkait skandal Bank Century. Keduanya pun diminta untuk introspeksi diri alias ngaca.

"Kalau ada tuntutan, itu tuntutan yang harus didengarkan. Mandat itu harus dipertanggungjawabkan dengan baik. Kalau tidak bisa tanggung jawab, pejabat tersebut harus introspeksi," kata Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto usai menerima Tim 9 di kantor DPP Hanura, Menteng, Jakarta, Selasa (1/12).

Ia mengatakan, Pansus DPR yang akan dibentuk nanti harus memiliki semangat yang kuat dari dalam untuk mengusut kasus Century. Hal ini, bagi mantan Panglima ABRI ini, merupakan modal awal anggota DPR, jika nantinya dalam pengusutan skandal century ada intervensi ataupun penggembosan.

"Jika ada penggembosan, itu dari diri anda sendiri. Yang penting tidak ada itikad untuk menjatuhkan orang , jika dalam prosesnya nanti ada yang bertanggung jawab, itu adalah konsekuensinya", imbuh Wiranto.

Sedangkan salah satu inisiator hak angket century, Maruar Sirait mengaku khawatir beberapa inisiator tidak dapat masuk menjadi anggota Pansus. Karena itu, politisi PDIP ini meminta agar Wiranto dapat menentukan kadernya untuk menjadi anggota Pansus.

"Jika kami-kami ini sebagai inisiator mungkin dapat juga tidak dipilih sebagai pansus, namun pak wiranto sebagai ketua Hanura dapat memilih orang yang tepat dalam fraksinya sebagai keterwakilan dalam pansus", tutur pria yang akrab disapa Ara ini. [del/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.