INILAH.COM, Jakarta - Meski baru sebatas dugaan, namun keterlibatan Boediono-Sri Mulyani semakin kuat terkait skandal Bank Century. Keduanya pun diminta untuk introspeksi diri alias ngaca.
"Kalau ada tuntutan, itu tuntutan yang harus didengarkan. Mandat itu harus dipertanggungjawabkan dengan baik. Kalau tidak bisa tanggung jawab, pejabat tersebut harus introspeksi," kata Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto usai menerima Tim 9 di kantor DPP Hanura, Menteng, Jakarta, Selasa (1/12).
Ia mengatakan, Pansus DPR yang akan dibentuk nanti harus memiliki semangat yang kuat dari dalam untuk mengusut kasus Century. Hal ini, bagi mantan Panglima ABRI ini, merupakan modal awal anggota DPR, jika nantinya dalam pengusutan skandal century ada intervensi ataupun penggembosan.
"Jika ada penggembosan, itu dari diri anda sendiri. Yang penting tidak ada itikad untuk menjatuhkan orang , jika dalam prosesnya nanti ada yang bertanggung jawab, itu adalah konsekuensinya", imbuh Wiranto.
Sedangkan salah satu inisiator hak angket century, Maruar Sirait mengaku khawatir beberapa inisiator tidak dapat masuk menjadi anggota Pansus. Karena itu, politisi PDIP ini meminta agar Wiranto dapat menentukan kadernya untuk menjadi anggota Pansus.
"Jika kami-kami ini sebagai inisiator mungkin dapat juga tidak dipilih sebagai pansus, namun pak wiranto sebagai ketua Hanura dapat memilih orang yang tepat dalam fraksinya sebagai keterwakilan dalam pansus", tutur pria yang akrab disapa Ara ini. [del/jib]