INILAH.COM, Jakarta - PT Krakatau Steel dan Pohang Iron & Steel Corporation (POS CO) sepakat membangun pabrik baja terpadu dengan nilai investasi US$6 miliar di daerah Cilegon Banten dengan kapasitas 6 juta ton per tahun.
Penandatangan kesepakatan itu dilakukan Dirut Krakatau Steel Fazwar Bujang dan CHung Joon Yang, Chairman Pos CO Korea Selatan dan disaksikan Menteri Perindustrian MS HIdayat, Menteri ESDM Darwin Saleh dan Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar. Penandatangan dilakukan di Gedung Depperin Rabu (2/12).
Fazwar Bujang mengatakan, pabrik join venture ini akan menghasilkan win-win solution bagi kedua negara. Untuk itu ia berharap semua pihak mendukung pembangunan pabrik tersebut. Nilai investasi mencapai US$6 miliar dengan 70% ditanggung Krakatau Steel dan 30% ditanggung POS CO. Namun nantinya 45% Krakatau Steel dan 55% POS CO.
"Karena proyek pembangunan ini akan memberikan multiple effect yang besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara umum dan khusus di kota Cilegon dan sekitarnya, maka dibutuhkan dukungan bagi kelancaran operasi perusahaan join venture ini," harap dia.
Pembangunan pabrik baja ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani pada Oktober 2008 lalu. Pembangunan pabrik akan dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama akan dibangun berkapasitas 3 juta ton dan diperkirkan akan selesai pada tahun 2013. Adapun konsentrasi produk yang dihasilkan antara lain Slab, hot rolled coil (HRC) dan plate untuk memenuhi kebutuhan domestik yang kurang.
Saat ini PTKS memproduksi 2,5 juta ton baja dan memasok 60 persen dari produk HRC dalam negeri. Sementara POSCO memproduksi 30,5 juta ton baja pertahun. [hid]