INILAH.COM, Jakarta - Direktur Utama Krakatau Steel Fazwar Bujang optimis dengan berdirinya pabrik baja akan menurunkan impor baja nasional sebanyak 20%.
"Diharapkan dengan baprik itu impor baja turun 20%," ujarnya usai penandatanganan kesepakatan pendirian pabrik baja patungan dengan Pohang Iron & Steel Corporation (POS CO) asal Korea Selatan, Rabu (2/12) di Gedung Depperin Jakarta.
Ia menjelaskan saat ini konsumsi baja nasional per tahunnya 10 juta ton. Sedangkan Krakatau Steel baru mampu memproduksi 4,5 juta ton per tahun. Dengan pendirian baprik selama 2 tahap selama 5 tahun sehingga diharapkan selesai 2011 untuk tahap I dan tahap II dua tahun kemudian. Produksi tahap I akan digunakan untuk konsumsi dalam negeri. Sedangkan tahap II 30% untuk ekspor dan 70% untuk dalam negeri.
Pabrik baja patungan antara PT Krakatau Steel dan Pohang Iron & Steel Corporation (POS CO) menelan biaya US$6 miliar di daerah Cilegon Banten dengan kapasitas 6 juta ton per tahun. [hid]