INILAH.COM, Jakarta - Nama Bank Pembangunan Asia (ADB) disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk melakukan penipuan terhadap sejumlah Madrasah di wilayah Jawa Barat.
External Relation Officer Indonesia Resident Mission ADB, Ayun Sundari dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (2/12), meminta masyarakat berhati-hati dan waspada dengan modus penipuan yang mengatasnamakan ADB.
Ia meminta kepada masyarakat yang mendengar tentang penipuan dengan menyalahgunakan nama ADB, alamat website ataupun menerima permintaan uang dari pihak yang tidak dikenal yang mengaku berhubungan dengan ADB, agar diberitahukan ke Kantor Perwakilan ADB di Indonesia melalui nomor telepon 021 251 27 21.
Ayun menjelaskan, belum lama ini dua madrasah di Jawa Barat memberitahu ADB bahwa mereka telah menerima surat palsu dengan kop surat ADB Education Release Asian Development Bank yang beralamat di Jl. MT Haryono Jakarta.
Surat itu menyatakan bahwa ADB akan menyediakan bantuan hibah berupa 34 unit komputer. Dalam surat palsu tersebut terdapat daftar 24 madrasah di seluruh Indonesia yang disebutkan mendapat hibah dari ADB.
Untuk bisa mendapatkan bantuan tersebut masing-masing madrasah diminta membayar uang pajak terlebih dahulu kepada pihak ADB sebanyak 5 persen atau senilai Rp8 juta dan biaya kirim sebesar Rp4 juta. Biaya tersebut harus segera dikirim ke nomor rekening BRI di Jakarta.
Kedua Madrasah tersebut menerima telpon dari orang yang tidak dikenal dengan menggunakan nama dan nomor telpon yang berbeda-beda untuk menindak lanjuti surat palsu tersebut. "Kami ingin sampaikan bahwa ini adalah penipuan dengan menyalahgunakan nama ADB dan ADB tidak memiliki program hibah semacam ini," kata Ayun. [*/cms]