INILAH.COM, Den Haag - Referendum larangan masjid di Swiss tak hanya mengundang cemoohan negatif. Beberapa kalangan di Eropa terang-terangan memberikan dukungan.
"Apa yang bisa dilakukan di Swiss, bisa dilakukan di sini. Kami akan mendesak pemerintah untuk menggelar referendum serupa," papar pemimpin Partai Kebebasan (PVV) Belanda, Geert Wilders, yang dari kalangan konservatif, seperti dilansir Radio Netherland, Kamis (3/12).
Wilders yang sejak lama menyuarakan sikap antipatinya terhadap Islam, menyatakan referendum Swiss itu merupakan titik balik perlawanan Eropa untuk menentang Islamisasi di kawasan. Pria ini cukup dikenal dan kemungkinan dibenci Muslim sedunia setelah mengeluarkan film dokumenter bertajuk 'Fitna' pada Maret 2008 lalu.
Bahkan baru-baru ini, ia mendesak Eropa untuk mengeluarkan peraturan yang memberikan sanksi pada perempuan Muslim yang mengenakan jilbab. Senada dengan Wilders, partai sayap kanan Vlaams Belang di Belgia akan mengajukan sebuah dekrit kepada parlemen, yang memuat pernyataan bahwa menara masjid merusak lingkungan dan identitas budaya yang telah ada.
Demikian pula di Italia, seperti yang disuarakan Liga Utara yang anti-imigran. Salah satu anggota kelompok ini, Roberto Calderoli yang kebetulan juga menjabat sebagai Menteri Administrasi negara tersebut, merasa Swiss mengirimkan sinyal yang jelas. "Ya untuk menara lonceng, tidak untuk menara masjid," pungkasnya. [vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !