INILAH.COM, Jakarta - Bola liar skandal Bank Century sudah makan korban. Kali ini korbannya dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Partai moncong putih itu memecat bendaharanya, Murdaya Poo, dari keanggotaan partai akibat terciprat kasus Bank Century.
Pemecatan Bendahara PDIP Murdaya Poo telah memenuhi prosedur partai. Apalagi sebelumnya dalam rapat komisi disiplin sempat ada pengakuan dari Murdaya Poo bahwa ia menerima aliran dana Bank Century masuk ke dia.
Poo sendiri berhak untuk memberikan argumentasi atas dugaan tersebut. Namun pada akhirnya, Poo mengakui di depan Komisi Disiplin. Berarti semuanya sudah terbukti, karena sudah ada pengakuan dari yang dituduhkan kepada Poo.
Wasekjen PDIP Agnita Singadakane mengakui, sebelumnya beredar kabar di internal PDI-P, bahwa suami Bendahara Partai Demokrat Hartati Murdaya ini diduga ikut mendapat aliran dana talangan pemerintah ke Bank Century sebesar Rp6,7 triliun. "Murdaya Poo memang telah melakukan pelanggaran berat,"tuturnya.
Para pengamat politik menyatakan, bisa memahami jika keputusan rapat DPP PDIP dianggap sudah sangat adil dalam menyikapi kasus Murdaya Poo. Sehingga, pemecatan merupakan jalan terbaik untuk mempertahankan ideologi partai. "Itu urusan internal partai. Itu pembelajaran bagi parpol lain pula," kata Abas Jauhari, dosen Sosiologi Universitas Islam Negeri Jakarta.
Salah satu pelanggaran bagi Murdaya Poo adalah mendukung logistik kampanye pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Padahal, PDIP telah memiliki calon presiden, yakni Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto.
Murdaya Poo diangkat menjadi Ketua DPP Bidang Sumber Daya dan Dana PDIP untuk periode 2005-2010 oleh Megawati Soekarnoputri dalam musyawarah nasional di Bali. Istrinya adalah Hartati Murdaya, Bendahara Partai Demokrat (PD).
Menurut majalah Forbes, Murdaya Poo menempati peringkat ke-13 dari 40 orang terkaya di Indonesia pada 2007. Mereka adalah pemilik Grup Central Cipta Murdaya dan Grup Berca. Total kekayaannya pada 2006 sebesar US$900 juta.
Sebagaimana diduga para analis politik, bola liar Bank Century bakal melebar kemana-mana karena menyeret banyak nama-nama pejabat dan sosok penting di republik ini. "Kalau usulan hak angket DPR sampai gembos, berarti yang menggembosi bukan paku, namun linggis, ungkap Akbar Faizal, anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat.
Pernyataan Akbar, salah satu inisiator hak angket kasus Bank Century, sekilas tidak berlebihan sebab dari sembilan fraksi di DPR, semuanya mendukung usulan angket itu. Kini setelah Murdaya Poo tersedak bola liar Century, giliran siapa lagi? [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !