INILAH.COM, Jakarta - Partai Golkar membantah kasus Bank Century akan dimanfaatkan sang Ketua Umum Aburizal Bakrie merebut kursi RI-2 yang kini diduduki Boediono.
"Waktu saya bicara dengan pak Ical, tidak ada sebersit pembicaraan dalam ingatan, niatan Golkar untuk memimpikan adanya RI-2. Tidak pernah bicarakan itu, karena memang tidak ada relevansinya ke sana," ujar Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (3/12).
Andai kata, lanjut Priyo, kalau memang nanti pansus angket Century menyodok semua lini hingga ke Boediono. Golkar tidak pernah dalam possisi mendorong mengagendakan turunnya Boediono.
"Kami ingin angket ini murni menyelidiki karut marut aliran dana kesana termasuk policy," kata dia. Yaitu apakah sudah dibenarkan atau tidak pejabat yang berwenang saat itu menggelontorkan dana atas nama sistemik.
Kalau, pejabat yang berwenang saat itu yaitu BI, LPS, Menkeu menjelaskan dipublik apa yang mereka jalankan sesuai jalur dan payung yang ada, maka Century tutup. Kalau sebaliknya yang terjdi tidak ada payung hukum maka akan ada rekomendasi yang sangat berat.
"Golkar secara khusus tidak punya skenario untuk jatuhkan seseorang. Tapi kalau dilapangan itu yang ada, ya kita akan turut serta," pungkasnya. [mvi/mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !