inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Tolak SBY, Mahasiswa Bakar Keranda

Headline
Presiden SBY - inilah.com /Dokumen
Oleh: Salviah Ika Padmasari
Kamis, 3 Desember 2009 | 14:19 WIB
INILAH.COM, Makassar - Mahasiswa di Makassar yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Bangsa, membakar sebuah keranda. Hal ini untuk menandakan hukum telah mati di bawah pemerintah Presiden SBY.

Aksi bakar keranda ini digelar di depan Gedung DPRD Sulsel, Kamis (3/12). Puluhan mahasiswa menuntut Presiden SBY untuk menuntaskan kasus Bank Century dengan segera mengadili wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani.

Akbar, salah seorang mahasiswa dalam orasinya mengatakan, aksi yang digelar hari ini juga adalah aksi pra kondisi menjelang kedatangan SBY di Makassar tanggal 9 Desember mendatang.

"Pemerintah SBY-Boediono telah gagal dan perlu reformasi jilid II. Olehnya SBY tidak layak hadir di bumi Makassar," seru Akbar.

Usai orasi di gedung DPRD Sulsel, mahasiswa ini pun membakar keranda disaksikan empat orang Anggota DPRD Sulsel yang menyatakan ikut prihatin dengan kasus Century dan mendukung hak angket. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
1 Komentar
Galih @ Kamis, 3 Desember 2009 | 14:23 WIB
Para mahasiswa sekarang kok sebagian besar orangnya pada sok tahu ya??? Padahal kuliahnya, pengembangan dirinya dan pengabdiannya sebagai seorang mahasiswa dan warga masyarakat belum bener dan belum ada apa apanya. kalau begitu, mau dibawah kemana bangsa dan negara ini nantinya oleh mereka saat mereka memimpin...??????? Dasaaar sok tahu!!!
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.