Rabu, 23 Mei 2012 | 02:53 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Audit BPK Sudah Dapat Jerat Boediono & Sri Mulyani
Oleh: Rosdianah Dewi
web - Kamis, 3 Desember 2009 | 15:15 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Hasil audit investigasi BPK terhadap aliran dana talangan Bank Century sudah cukup untuk menjerat Boediono, Sri Mulyani dan Raden Pardede ke pengadilan.

Hal itu dikatkaan mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli dalam sebuah diskusi "Benarkan bank Centuru Gagal dan berdampak Sistemik" di Jakarta, Kamis (3/12). "Mereka telah berkali-kali melanggar peraturan yang ada, selain itu terjadi keanehan pada saat memutuskan untuk mengeluarkan dana talangan itu," katanya.

Pasalanya beberapa anggota DPR yang ikut rapat di Komisi XI saat itu tidak menyetujui untuk memberikan dana talangan kepada Bank Century. Apalagi hasil keputusan rapat KSSK (Komite Stabilitas Sektor Keuangan) dikeluarkan saat dini hari (sekitar pukul 05.00 pagi). Hal aneh lainnya adalah dana talangan yang berjumlah Rp6,577 triliun diberikan secara cash.

Hal itu, tegasnya, tidak pernah dilakukan Bank Central mana pun di seluruh dunia. Sebab dana talangan selalu diberikan melalui rekening bank bukan melalui cash. Khusus dana talangan Bank Century, dananya diberikan pada hari Sabtu dan Minggu sehinnga menjadi alasan saat itu bank tutup. "Dananya diturunkan hari Sabtu dan Minggu, kenapa, ini aneh. Karena sabtu Minggu biasanya bank tutup, kenapa tidak hari Senin," tegasnya.

Rizal menduga Boediono dan Sri Mulyani adalah pelaku aktif kasus Bank Century. Jadi bukan merupakan korban dalam kasus tersebut. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.