INILAH.COM, Bojonegoro - Tak disangka, masih cukup muda, Fitri Setyorini (20) warga Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (3/12), ditemukan tewas secara mengenaskan.
Korban ditemukan pertama kali sudah tidak bernyawa dengan cara tergantung di blandar dapur rumahnya. Penemu pertama adalah ibu korban bernama Yatini.
Data yang dihimpun di lapangan menyebutkan, kalau ibu korban sangat terkejut saat baru pulang dari sawah. Yatini bermaksud ke dapur untuk membersihkan badannya, namun ia hanya bisa tercengang saat melihat putrinya tergantung.
Melihat putrinya menggantung, ibu korban langsung berteriak minta tolong. Warga sekitar yang mengetahui ada teriakan tersebut, langsung bergegas ke rumah korban. "Tolong... tolong... anakku....., Begitu ibu korban berteriak cukup keras beberapa kali, sehingga warga sekitar tersentak," kata tetangga korban, Arie Y.
Dijelaskan, setelah sampai di rumah korban beberapa warga langsung bergegas untuk menyelamatkan korban, namun semuanya sia-sia saja. Karena, korban sudah tewas dengan kondisi mengenaskan. Lidahnya menjulur dengan kotoran keluar dari duburnya. Juga, tubuhnya mulai membiru.
"Warga sempat kesulitan mengevakuasi korban, karena memang tali yang dipakai dari kain yang sudah ditata sedemikian dan menjerat leher korban cukup kuat," sambungnya.
Setelah beberapa saat dilepaskan, akhirnya korban diturunkan dan dibawa ke ruang tengah dan ia telah tewas. Melihat kondisi tersebut, beberapa warga langsung menghubungi pihak petugas kepolisian dari Polsek Dander.
Tak berapa lama petugas datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil otopsi di lapangan menyebutkan, kalau tidak ditemukan adanya unsur-uncur penganiayaan di tubuh korban.
Kapolsek Dander, AKP Pasuyanto menerangkan, kenekadan korban menggantung diri diduga kuat karena mengalami depresi yang berat akibat sakit yang dideritanya.
Sebab, sebelum kejadian nahas ini korban diketahui sempat memeriksakan diri tentang penyakit yang dideritanya. "Yang jelas, korban kemungkinan besar dalan tekanan yang cukup besar," sambungnya [beritajatim.com/bar]