INILAH.COM, Jakarta Jangan hanya beranggapan perempuan identik dengan urusan rumah tangga. Jadi pemikir pandai alias ilmuwan pun, siapa takut.
Konsistensi dan komitmen untuk memajukan sains, terutama di Indonesia, sangat diperlukan. Sebab itulah kami memberikan penghargaan untuk peneliti perempuan di acara Woman in Science ini, kata Direktur Eksekutif Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Dr. Herawati Sudoyo, Kamis (3/12).
Peranan preempuan indonesia di bidang iptek mulai mendapat perhatian dari lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memfokuskan kegiatan mereka di pendidikan, sains, dan organisasi kultur (United Nation for Education, Science and Cultural Organization/UNESCO).
Acara yang memberikan penghargaan untuk peneliti perempuan itu juga mendapat dukungan dari pemerintah dan produk kosmetik internasional, Loreal. Sejak Woman in Science; diperkenalkan pada 2004, 14 perempuan peneliti muda indonesia telah menerima.
Tiga di antaranya meraih penghargaan di tingkat internasional, pungkas Herawati.
Profesor Dr Arief Rachman, M.Pd, tokoh pendidikan yg juga Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia utuk UNESCO, mengatakan bahwa kriteria penlaian terdiri dari
beberapa aspek. Yakni orisinalitas, dampak terhadap sains dan teknologi, serta kontribusi
penelitian terhadap perkembangan dan kemajuan bangsa serta kemanusiaan. [vin]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !