INILAH.COM, Jakarta - Jika berjalan lancar, maka hari ini, Jumat (4/12), Panitia Khusus Penggunaan Hak Angket DPR untuk kasus Bank Century akan memilih ketua. Yang aneh, dalam daftar nominasi calon ketua yang diunggulkan publik, tokoh dari Fraksi Demokrat menempati daftar nominasi paling bawah.
Wajah Mustafa Kamal terlihat lelah. Sudah masuk dini hari, Jumat (4/12), saat dia keluar dari sebuah ruangan di Hotel Dharmawangsa. Ada beberapa tokoh politik yang bersamanya, meski berjalan tidak bersama.
Kamis malam (3/12) ada pertemuan mendadak dan semi informal di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan. Beberapa tokoh partai politik pendukung koalisi pemerintahan SBY-Boediono bertemu.
Saat ditemui INILAH.COM soal agenda pertemuan, Mustafa tak banyak memberi komentar. Dia hanya memberi sinyal bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPR, siap memimpin Pansus Bank Century.
Tokoh lain, Anas Urbaningrum dan Benny K Harman dari Partai Demokrat, tak banyak memberi komentar. Malam itu, tidak ada pendapat atau statemen politik terkait dengan agenda DPR hari ini, Jumat (4/12). Yaitu, pemilihan Ketua Pansus Hak Angket kasus Bank Century.
Sama sekali tak ada agregat politik. Terutama Partai Demokrat. Sebagai pilar utama kekuatan Presiden SBY di parlemen, Demokrat terkesan berjalan lambat. Terutama dalam merespon meningginya eskalasi tuntutan pengungkapan kasus aliran dana Bank Century.
Hal yang sama juga terjadi Kamis sore (3/12) di DPP Partai Demokrat. Rapat pleno pengurus inti juga tak mengeluarkan banyak statemen. Yang terjadi justru penguatan isu bahwa akan ada perubahan komposisi personil di DPR. Marzuki Alie yang Ketua DPR, akan diganti kedudukannya sebagai Sekjen di Partai Demokrat.
Hal yang sama juga dikabarkan akan menimpa Anas Urbaningrum, Ketua Fraksi Partai Demokrat. Isu yang kuat beredar, posisi Anas akan diganti oleh Max Sopacua.
Situasi ini, benar-benar membuat Fraksi Partai Demokrat yang menjadi mayoritas di DPR, sepertinya menjadi mayoritas yang bersuara minor.
Sebagai pemilik jumlah suara terbesar dalam pemilihan legislatif, Demokrat lebih banyak memainkan pola bertahan daripada menjadi penyeimbang dalam pertandingan politik di parlemen.
Jika berjalan lancar, maka hari ini akan dipilih Ketua Pansus Hak Angket kasus Century. Tentu saja, nama-nama tokoh Partai Demokrat, tidak akan kita temui di urutan atas daftar calon ketua.
Di kalangan pengamat politik, ini sama saja dengan Partai Demokrat sudah kecolongan start. Dan, ini pernah dilakukan oleh koalisi penggagas kekuatan Poros Tengah di parlemen pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid.
Dimana, suara mayoritas pada akhirnya hanya menjadi pengikut arus, dari kekuatan yang (tidak) mayoritas, tetapi efektif dan fleksibel untuk mengganti komposisi pemerintahan.
Ini terjadi, salah satunya, karena mayoritas sudah kelebihan gizi. Geraknya jadi lamban dan cenderung menjaga kemapanan, tentu saja.[ims]