INILAH.COM, Jakarta - PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menyatakan belum memutuskan untuk mengakuisisi atau mengambilalih operator telekomunikasi, meskipun masuk dalam rencana bisnis perusahaan.
"Belum ada keputusan untuk mengakuisisi perusahaan telekomunikasi," kata Vice President Public & Marketing Communication Telkom, Eddy Kurnia, di Jakarta.
"Seolah-olah Telkom telah menyepakati memiliki rencana mengakuisisi sebuah perusahaan telekomunikasi berbasis teknologi CDMA, padahal tidak ada pembicaraan apapun soal itu," katanya.
Sebelumnya, Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno memberi sinyalemen bahwa perusahaan akan mengakuisisi Bakrie Telecom.
Eddy melanjutkan, untuk mengakuisisi sebuah perusahaan tidak sesedarhana yang diperkirakan karena memerlukan kajian yang mendalam dan komprehensif.
"Guna meningkatkan revenue maupun keperluan ekspansi bisnis dalam layananan CDMA, Telkom masih mengandalkan layanan fixed wireless access (FWA) Flexi," tegasnya.
Di tengah persaingan ketat, Flexi terus memperlihatkan pertumbuhan yang cukup berarti.
Hingga November 2009 Flexi mencatat pertumbuhan sekitar 15,5 juta pelanggan, atau tumbuh lebih dari 60 persen dibanding 2008.
Sejumlah langkah strategis Flexi, yaitu mengembangkan layanan dengan menawarkan bundling handset, menawarkan tarif yang kompetitif, tarif data murah.
Flexi juga melakukan pemasaran bersama dengan anak perusahaan dan memperkaya layanan nilai tambah (value added service) dalam bentuk konten.[*/ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !