Minggu, 27 Mei 2012 | 11:11 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Soal Century, Menkeu Rajin Panggil Akademisi
Headline
Sri Mulyani - inilah.com/Dokumen
Oleh:
web - Jumat, 4 Desember 2009 | 10:08 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Menkeu Sri Mulyani Indrawati saat ini rajin meminta masukan dari sejumlah akademisi terkait polemik kasus Bank Century setelah KPK akan memanggil pejabat Depkeu dan LPS.

Pada Kamis kemarin, akademisi yang dipanggil adalah Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan dan pakar komunikasi Wimar Witoelar. Sehari sebelumnya, sosiolog Universitas Indonesia Imam Prasodjo juga tampak di Depkeu. Sedangkan pakar hukum Erman Rajagukguk dan Hikmahanto Juwana dipanggil di Kantor Pusat Pajak.

Anies Baswedan menjelaskan maksud kunjungannya ke Depkeu untuk mendiskusikan situasi nasional saat ini, termasuk soal polemik Bank Century. Dia menilai sudah saatnya memandang kasus-kasus yang merebak dari sisi legalitas, tidak lagi dari sisi politik. "Masa hampir 2 bulan bicara dua kasus ini saja. Banyak agenda pemerintah yang harus diselesaikan," katanya seperti dikutip dari Bisnis Indonesia.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin menegaskan akan memanggil pejabat Departemen Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) guna mendalami kasus pengucuran dana Rp6,7 triliun kepada PT Bank Century Tbk.

"Kami akan meminta keterangan untuk mengumpulkan data sebagai bentuk pendalaman karena sebelumnya KPK sudah mendapatkan audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan," ujar juru bicara KPK Johan Budi di Jakarta. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.