inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Dana Asing Masuk, Rupiah Kembali Berkibar

Headline
inilah.com/Dokumen
Oleh: Asteria
Jumat, 4 Desember 2009 | 17:55 WIB
INILAH.COM, Jakarta Jelang akhir pekan, rupiah berhasil rebound mendekati angka 9.400 per dolar AS. Pelaku pasar kembali melakukan aksi beli, setelah sebelumnya menjual mata uang lokal itu.
Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank pada Jumat (4/12) terpantau naik 9 poin ke level 9.436, ketimbang penutupan kemarin di 9.445 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg pukul 16.00 WIB, rupiah menguat 9,7 poin (0,103%) menjadi 9.412,5 per dolar AS.
Pengamat pasar valas Ruben Teguh mengatakan, rupiah berhasil menguat di zona hijau, seiring aliran dana masuk ke pasar domestik. Hal ini terindikasi dari menguatnya indeks saham di Bursa Efek Indonesia. Investor kembali masuk ke emerging market dan berinvestasi atas aset-aset lokal, katanya.
Pada perdagangan akhir pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 11,508 poin (0,46%) ke level 2.511,545. Menurutnya, keputusan Bank Indonesia yang menahan suku bunga BI rate di level 6,5%, menjadi daya tarik bagi investor asing.
Hal senada juga diungkapkan Direktur Retail Banking PT Bank Mega Kostaman Thayib yang mengatakan, kenaikan rupiah dipicu membaiknya saham-saham di bursa domestik. Hal ini dipicu pernyataan yang menyebutkan ekonomi Indonesia pada tahun depan akan tumbuh lebih baik dibandingkan tahun ini, ujarnya.
Menurutnya, China, India, dan Indonesia, merupakan negara Asia terdepan yang mengalami pertumbuhan ekonomi lebih baik dibandingkan negara Asia lainnya. Bahkan, merupakan negara Asia yang mampu bertahan terhadap tekanan krisis global.
Ke depan, menurutnya, rupiah akan terus menguat hingga posisinya mendekati angka 9.300 per dolar, apalagi pemerintah Amerika Serikat berencana melepas mata uangnya hingga US$2.400 miliar ke pasar uang global. Kalau itu terjadi, rupiah akan makin kuat seiring dengan melemahnya dolar dan menguatnya yen, paparnya.
Mata uang kawasan bergerak variatif terhadap dolar AS. Dolar New Zealand turun 0,39% ke 0.7245, peso Filipina naik 0,54% ke 46.000, rupee India melemah 0,29% menjadi 46.225, won Korea naik 0,19% ke 1152.9, ringgit Malaysia turun 0,3% ke 3.3810, dan yen Jepang naik 0,11% ke 88.167 per dolar AS.
Sedangkan dolar Australia turun 0,13% ke 0.9252, dolar Taiwan melemah 0,11% ke 32.165, dan yuan China terkoreksi 0.0007% menjadi 6.8270. Kemudian baht Thailand dan dolar Singapura terangkat 0,04% masing-masing ke 33.115 dan 1.3814 per dolar AS. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.