INILAH.COM, Jakarta - Secara tiba-tiba, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto membantah bahwa dirinya akan mengkudeta SBY.
"Itu enggak benar dan sebenarnya tidak perlu ditanggapilah nonsenses. Enggak benar itu ada pertemuan di Dharmawangsa, enggak gampang mengumpulkan sekian banyak tokoh dan pemikiran ke situ juga enggak ada di kita," ujar mantan cawapres ini di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (4/12).
Ia menyatakan, pemikiran pihaknya adalah benar-benar hanya untuk menjalankan fungsi konstitusional mewakili hasrat dan tuntutan rakyat. "Ini kewajiban mereka semua sebagai wakil rakyat. Jadi tidak ada pemikriran di luar itu," tampiknya.
Prabowo juga menjelaskan, sejak awal Gerindra selalu menjunjung tinggi asas konstitusi. Untuk itu, perilaku konstitusionalitas yang dihormati Gerindra,
"Jadi kita berpikir positif selalu kita secara prinsip menghendaki tentunya pansus itu bejalan dengan sebaik-baiknya jadi kita berpikir positif saya kira bertanggung jawab tidak hanya kepada pansusnya saja tapi dia juga bertanggung jawab kepada seluruh rakyat Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia akan menilai ucapan ketus pansus, setiap langkah, setiap tindakan akan dinilai oleh rakyat jadi menurut kami berpikir positf saja," paparnya. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !