INILAH.COM, Shanghai - Sebuah perusahaan Asia akan mengakuisisi pelopor jejaring sosial Friendster, senilai US$100 juta. Padahal, enam tahun lalu mereka menampik tawaran Google.
Menurut sumber rahasia, seperti dilansir Reuters, Sabtu (5/12), Friendster akan membicarakan perjanjian itu pada akhir bulan ini. Kabarnya, perjanjian itu senilai minimal US$100 juta. Sedangkan sebuah blog industri, TechCrunch, pernah memperkirakan situs itu nilainya mencapai US$210 juta.
"Yang menawar perusahaan kami kebanyak berasal dari Asia. Kami sudah memperpendek daftar negosiasi ini," papar CEO Friendster, Richard Kimber. Ia juga menyampaikan telah menyewa perusahaan pembiayaan Morgan Stanley untuk menangani akuisisi tersebut.
Salah satu perusahaan Asia yang ada dalam daftar penawar Friendster adalah Tencent Holdings. Perusahaan internet raksasa itu memiliki market value sekitar US$35 miliar. Tadinya, Facebook tertarik untuk menggandeng perusahaan itu namun ditolak karena kompetisi dan isu properti intelektual.
Bermarkas di California, Friendster yang pendahulu Facebook dan My Space yang didirikan pada 2002 ini pernah menolak tawaran serupa dari raksasa search engine, Google Inc. Sejak awal tahun, mereka menyatakan untuk memfokuskan pasar di Asia. Terbukti dari pengangkatan Kimber yang mantan Managing Director Google Asia Tenggara pada akhir 2008. [ast]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !