inovasi portal berita
Kamis, 9 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS
Pesta Kembang Api di Rusia

109 Orang Tewas Terpanggang

Headline
inilah.com /Wirasatria
Oleh:
Minggu, 6 Desember 2009 | 00:02 WIB
INILAH.COM, Perm 109 orang setidaknya tewas sementara 134 lainnya mengalami luka parah setelah sebuah ledakan besar yang disebabkan oleh pertunjukan kembang api membakar sebuah klub malam di Rusia.
Peristiwa naas ini terjadi setelah sebagian besar pengunjung klub malam tersebut panic dan buru-buru menyelamatkan dirinya sehingga terjadi saling injak di antara mereka.
Rencana perayaan ulang tahun kedelapan klub malam Lame Horse di Perm berantakan, Jumat malam setempat, ketika ledakan besar membakar tembok dan membuat pesta yang sebelumnya meriah menjadi kepanikan luar biasa.
Seperti dikutip dari Reuters, partygoers yang memadati Lame Horse buru-buru keluar setelah asap membubung tinggi, namun sayangnya, klub malam ini hanya memiliki satu pintu keluar, sehingga terjadilah saling injak.
Menurut tim medis yang datang ke lokasi, kebanyakan korban tewas karena terinjak-injak dan menghirup asap beracun, namun lebih dari 60% korban mengalami luka bakar serius.
Beberapa korban yang selamat langsung dikirim ke rumah sakit di Moskow. Seorang clubber yang selamat tanpa cedera, Svetlana mengatakan pada Reuters: Semuanya terbakar api dengan cepat, kejadian itu terjadi dalam beberapa detik. Kami semua tidak bisa keluar, semua orang saling dorong mendorong dari semua sisi.
Presiden Rusia Dmitry Medvedev menyatakan, Senin 7 Desember sebagai hari berkabung dan meminta agar pemilik klub malam tersebut dihukum seberat mungkin, karena tidak mengindahkan peringatan dari pemadam kebakaran jika pesta kembang api tersebut tidak aman.
Mereka tidak memiliki otak sama sekali, ujar Medvedev kepada para menteri dalam pertemuan yang disiarkan jaringan televise.
Fotografer Reuters yang berada di Perm menyaksikan anggota keluarga dari para korban mendatangi kamar mayat setempat untuk mengindentikasikan keluarga mereka yang hilang.[had]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.