Kamis, 17 Mei 2012 | 04:27 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Inilah Resume Penjatuhan SBY Sebelum 100 Hari
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Reza Aulia
web - Minggu, 6 Desember 2009 | 13:06 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Sabtu, (5/12) Pukul 21:28 WIB beredar resume pertemuan di Hotel Dharmawangsa ke milis. Isinya tentang skenario penggulingan pemerintahan SBY. Milis ini diberi judul Resume Pertemuan di Hotel Darmawangsa.

Di dalamnya disebutkan bahwa telah ada pertemuan di Hotel Dharmawangsa. Yang mengejutkan, beberapa nama tokoh penting disebut dalam resume itu. Mereka adalah Prabowo Subianto, Surya Paloh, Suryopratomo, Syafii Maarif, Din Syamsudin, Jusuf Kalla, Yudi Latif, Fajroel Rahman, Ray Rangkuti. Inilah isi resume yang beredar itu:

Analisa Situasi:

1. Isu korupsi adalah memang isu kelas menengah

2. Tidak menyentuh ke rakyat langsung

3. Namun berdasarkan pengalaman dalam demokrasi liberal, isu ini efektif untuk menjatuhkan kekuasaan SBY (ex: Gus Dur, Joseph Estrada, dll) melalui mekanisme parlementer

4. Di tingkat rakyat isu korupsi dapat menjadikan kekuasaan kehilangkan kepercayaan dan apatisme terhadap elite politik

5. Jika isu ini terus berkembang dan persoalan kemiskinan serta lapangan kerja akut akan menjadi potensi sentimen yang akut juga: akan menjadi kesamaan isu ekonomi, akan terdorong isu politik bisa mengulangi peristiwa Mei 1998.

Klarifikasi Target:

1. Memperbesar isu pemerintah bersih dan efektif hingga SBY terdelegitimasi

2. Reposisi jabatan dan tawar menawar mengganti posisi

3. Menggulingkan SBY sebelum 100 hari dengan parlementer

4. Menggulingkan SBY dengan amuk massa

Pola Gerakan

Mendorong Gerakan Atas :

1. Akan tetap dimotori kelompok yang berkumpul di Imparsial dan Kontras ditugaskan kepada Syafii Maarif dan Din Syamsudin yang masih bisa berbicara dengan Todung Mulya Lubis, Komarudin Hidayat, Goenawan Mohamad/Bambang Harry Murti.

Platform: Clean Goverment

Sasaran Prioritas: pemberantasan korupsi dengan membersihkan institusi penegak hukum. Kelompok ini cenderung bargaining karena mereka mendukung liberalisasi, dan berhenti setelah TPF terbentuk (tetapi ketika SBY berpidato tentang pengungkapan bank Century dianggap akan mengorbankan Wapres Boediono, kemudian mereka langsung menyerang SBY yang bakal jatuh sebelum 100 hari.

2. Akan tetap dimotori Kompak, (ditugaskan kpd Fadjroel Rahman, Ray Rangkuti dan Yudi Latif) posisi politik sama dengan yang dia tas seakan-akan mendorong semua institusi negara mematuhi rekomendasi TPF lalu didorong untuk menggulingkan SBY.

3. Forum Rektor, garisnya hampir sama menolak kriminalisasi KPK dan masuk ke isu Bank Century (Syafii Maarif)

4. Forum 28 (ditugaskan kepada Yudi Latif dan Fadjroel Rahman)

5. DPR, hak angket bank Century, tugas bersama JK dan Prabowo dengan melobi Aburizal Bakrie dan Megawati Soekarnoputri.

6. Media, ini cukup memberikan energi bagi pergerakan yang ada di bawah dimotori Metro TV dan TV One.

Dan media cetaknya adalah KOMPAS dan Media Indonesia. ditugaskan kepada Surya Paloh dan Suryopratomo

7. Facebooker, kelas menengah yang pro kemapanan sistemik, hitam putih melihat perkembangan politik mendorong agar tak berhenti di gerakan pembebasan Bibit & Chandra. (ditugaskan kepada tim IT kampanye Mega-Pro)

Segera mendekati simpul-simpul atau tokoh-tokoh massa gerakan bawah:

1. Gerakan spontan setelah Bibit & Chandra ditahan

2. Gerakan, mahasiswa aktif, akademisi, beberapa tokoh masyarakat

3. Bergerak di luar kampus

4. Bergerak sedikit meluas ke kota-kota

5. Walau belum melibatkan massa yang luas (para simpul atau tokoh ini bisa didekati dengan pendekatan yang persuasif dan materi untuk didorong ke gerakan penggulingan ditugaskan kepada Yudi Latif).[ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
19 Komentar
rahim
Kamis, 10 Desember 2009 | 22:28 WIB
mau kemana indonesia ini ya..??????udah 10 tahun di rantauan menunggu indonesia betul2 maju...nyatanya negaraku semakin mundurrr ....sampai kapan aku di rantauan mau pulang takut nggak bisa makan...............nasib2
sions
Rabu, 9 Desember 2009 | 09:01 WIB
woi, borneo jangan bawa-bawa nama rakyat borneo, bilang saja pendapat anda, kami juga rakyat borneo namu tidak sependapat dengan anda
intel
Senin, 7 Desember 2009 | 22:06 WIB
Ini mah kerjaan intel melayu. Masa resumenya pake kata "mereka" untuk para aktivis. Berarti ini resumenya SBY n the gang
alex
Senin, 7 Desember 2009 | 20:58 WIB
Sby? boro2 diharapkan memihak kpk, la wong dia nampak bahagia dengan tindakan polisi dan jaksa. Jadi wajar aja banyak yg kecewa sama sby. kecuali para pendukung sby, tidak mau tahu.
vivi
Senin, 7 Desember 2009 | 16:31 WIB
kalau ternyata tidak benar, apakah bpk Presiden akan minta maaf kepada orang2 yang dituduhkan?
borneo
Senin, 7 Desember 2009 | 15:52 WIB
sepertinya org2 darmawangsa ini semua barisan sakit hati yg tdk dapat jatah kekuasaan,jangan takut pak sby,bila ada yg mau menggulingkan pemerintah,rakyat borneo siap di belakang mu..lanjutkan,.sikat hbis mereka yg pemberontak.
Gafar Uddin
Senin, 7 Desember 2009 | 15:44 WIB
isu murahan........bertujuan adu domba...(jangan mudah percaya)
kucing
Senin, 7 Desember 2009 | 14:46 WIB
@sabar, iya bener aktivis lebih jelek lagi bahasa nya... biasa nya cuma sumpah serapah keluar dari mulut mereka seperti si bendera itu.. maklum preman..
Si Buaya Bengal
Senin, 7 Desember 2009 | 13:23 WIB
Walah...ini mah kerjaan intelejen nya SBY kali. Masa NU, Muhammadiyah ikut-ikutan, walah. Dasar SBY, pinter juga menjatuhkan nama baik lawan politiknya....memang murid Soeharto sejati SBY ini. Kelakuannya sama persis waktu si cang-ato naik tahun 65 dulu.
Anto
Senin, 7 Desember 2009 | 13:08 WIB
paling yang bikin para buaya anak buah SBY...Demokrat2..tinggal menghitung hari nasibmu
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.