Senin, 28 Mei 2012 | 20:16 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Isu Jatuhkan Presiden SBY
JK: Tak Ada Pertemuan Darmawangsa
Headline
Jusuf Kalla - inilah.com/Dokumen
Oleh:
web - Minggu, 6 Desember 2009 | 12:56 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Salah satu aktor dalam pertemuan Darmawangsa yang dikabarkan akan menggulingkan SBY yakni mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla membantah pertemuan pada Sabtu 5 Desember malam itu.

"Tidak ada itu. tidak pertemuan itu," ujar JK usai menghadiri Festival Menteng di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (6/12).

Ia mengatakan, pada hari itu dirinya seang berada di Makassar. "Saya sendiri waktu itu di Makassar, jadi saya tidak tahulah. Yang disebut-sebut hadir juga sudah membantah pertemuan itu," katanya.

Dijelaskan, mantan Ketua Umum Partai Golkar ini, beredarnya desas-desus yang mengatakan akan menggulingkan Presiden SBY pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia pada 9 Desember mendatang, tidak benar. Apalagi, mereka yang disebutkan dalam pertemuan tersebut membantah.

"Mereka yang disebut hadir juga membantah," tandas JK.

Dikabarkan enam tokoh nasional bertemu di Hotel Darmawangsa, Jakarta Selatan pada Sabtu (5/12) malam. Mantan Wapres JK dikabarkan hadir

Informasi tersebut diperoleh dari Forum Kangen JK. Tokoh yang hadir Prabowo Subianto, Surya Paloh, Din Syamsuddin, Syafie Ma'arif, dan beberapa politisi muda.

Informasi yang dihimpun, pertemuan ini membahas sejumlah agenda penting yang sedang berkembang di Indonesia. Diantaranya isu korupsi yang merupakan isu kelas menengah. Isu ini menjadi penting mengingat pengalaman masa lalu membuktikan banyak presiden akhirnya jatuh karena korupsi.

Selain itu, beberapa mantan aktivis yang tergabung dalam KOMPAK juga hadir. Diantaranya Fajroel Rahman, Yudi Latif dan Ray Rangkuti. Mereka bertiga sepakat bahwa jika isu-isu ini tidak diselesaikan, akan mengulangi peristiwa Mei 1998.

Mereka khawatir di tingkat rakyat, isu korupsi dapat menjadikan hilangnya kepercayaan dan apatisme rakyat terhadap elite politik. Hal ini dapat dilihat dari minimnya penegakan hukum di Indonesia. [*/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
4 Komentar
tirtowarno
Selasa, 8 Desember 2009 | 08:18 WIB
lagi2 sandiwara nasional setelah kpk & polri, mana yang terang benderang.....selalu kabut menyelimuti semua masyalah yang terjadi. koroptor tetap koroptor
tirtowarno
Selasa, 8 Desember 2009 | 08:10 WIB
sekarang komedian sri mulat gak populer lagi. tapi sekarang muncul sri mulat jilid 2, yaitu skandal bank century. sayang tidak lucu tapi memilukan hati rakyat. kenapa memerintah justru tidak menyelesaikan masyalah, tapi justru bersandiwara seolah minta dikasihani dengan pernyataan2 nya.............?
eko subektie
Senin, 7 Desember 2009 | 12:27 WIB
Alhamdullilah kalau Bpk tidak hadir, berarti bpk paham dari filosofi "Mikul Duwur Mendem Jero" bukan "ikut Ngudal Udal sampek Jero" Sy doakan bpk dpt ikut menjernih dan menyelesaikan masalah tsb dgn BAIK Amin.
eko subekti
Senin, 7 Desember 2009 | 12:21 WIB
Sy menghimbau kepada seluruh komponen bangsa, untuk tetap menggunakan pikiran waras dan menggunakan etika berbangsa dan bernegara versi Landasan Idial bangsa Indonesia yaitu PANCASILA, gunakan etika bangsa "Mikul Duwur Mendem Jero", jgn kita beramai-ramai menuduh Lambang Lambang Negara Kesatuan RI (Presiden), kita hrs hormati. Jangan kita ini menjadi bangsa yg mempunyai pikiran pikiran yg kerdil, marilah kita mencoba berpikir dewasa dan arif dalam menghdpi persoalan bangsa ini, sehingga solusi yg baik dapat segera ditemukan, kita hrs doakan secara tulus dan ikhlas, amin, jgn sebaliknya ya.... OK
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.