INILAH.COM, Jakarta - Salah satu aktor dalam pertemuan Darmawangsa yang dikabarkan akan menggulingkan SBY yakni mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla membantah pertemuan pada Sabtu 5 Desember malam itu.
"Tidak ada itu. tidak pertemuan itu," ujar JK usai menghadiri Festival Menteng di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (6/12).
Ia mengatakan, pada hari itu dirinya seang berada di Makassar. "Saya sendiri waktu itu di Makassar, jadi saya tidak tahulah. Yang disebut-sebut hadir juga sudah membantah pertemuan itu," katanya.
Dijelaskan, mantan Ketua Umum Partai Golkar ini, beredarnya desas-desus yang mengatakan akan menggulingkan Presiden SBY pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia pada 9 Desember mendatang, tidak benar. Apalagi, mereka yang disebutkan dalam pertemuan tersebut membantah.
"Mereka yang disebut hadir juga membantah," tandas JK.
Dikabarkan enam tokoh nasional bertemu di Hotel Darmawangsa, Jakarta Selatan pada Sabtu (5/12) malam. Mantan Wapres JK dikabarkan hadir
Informasi tersebut diperoleh dari Forum Kangen JK. Tokoh yang hadir Prabowo Subianto, Surya Paloh, Din Syamsuddin, Syafie Ma'arif, dan beberapa politisi muda.
Informasi yang dihimpun, pertemuan ini membahas sejumlah agenda penting yang sedang berkembang di Indonesia. Diantaranya isu korupsi yang merupakan isu kelas menengah. Isu ini menjadi penting mengingat pengalaman masa lalu membuktikan banyak presiden akhirnya jatuh karena korupsi.
Selain itu, beberapa mantan aktivis yang tergabung dalam KOMPAK juga hadir. Diantaranya Fajroel Rahman, Yudi Latif dan Ray Rangkuti. Mereka bertiga sepakat bahwa jika isu-isu ini tidak diselesaikan, akan mengulangi peristiwa Mei 1998.
Mereka khawatir di tingkat rakyat, isu korupsi dapat menjadikan hilangnya kepercayaan dan apatisme rakyat terhadap elite politik. Hal ini dapat dilihat dari minimnya penegakan hukum di Indonesia. [*/jib]