INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin membantah menghadiri pertemuan Darmawangsa yang beragendakan utama menjatuhkan pemerintahan SBY, yang akan dilancarkan pada 9 Desember.
"Saya tidak tahu apa itu Kelompok Darmawangsa, karena saya tidak pernah hadir di sana. Kalau ada yang menyebut saya hadir adalah fitnah dan pembohongan publik," ujarnya kepada INILAH.COM di Jakarta, Minggu (6/12).
Din yang tengah berada di Melbourne, Australia menghadiri Parliament of World's Religions itu menjelaskan, pada 30 November memang dirinya pernah mengundang berbagai elemen masyarakat madani untuk berkumpul di Gedung Muhammadiyah yang melahirkan pernyataan bersama untuk tuntaskan skandal Bank Century dan menyeret semua yang terlibat ke proses hukum.
"Saya mendukung dan bersedia jadi pembicara pada Aksi Damai memperingati Hari Anti Korupsi Internasional oleh Gerakan Indonesia Bersih, 9 Desember yang akan datang, sebagai bentuk komitmen membersihkan Indonesia dari
korupsi," jelas Din.
Bagi dia, semua warga negara yang anti korupsi tentu akan mendukung aksi tersebut. "Jadi, kalau ada yang curiga justeru patut dicurigai tdk sungguh2 bersikap anti korupsi," kata Din.
Sebaiknya, ia menghimbau, Pemerintah tidak bersikap reaktif apalagi reaksioner terhadap kritik masyarakat. Sikap demikian adalah anti demokrasi yang memberi peluang bagi kontrol sosial dan politik.
"Gelagat Pemerintah untuk membungkam kritik adalah bentuk authoritarianisme politik yang bertentangan dengan semangat demokrasi dan reformasi," tandas Din. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !