INILAH.COM, Jakarta - Pertemuan Darmawangsa yang mengagendakan utama menggulingkan Presiden SBY dibantah tokoh-tokoh yang diduga hadir. Bahkan upaya itu dituding buah kreasi intelijen.
"Kalau melihat kerapian dari penyebaran isu ini, bahwa ada pemetaan data disampaikan pada isu tersebut, saya sih menduga ini sih kerjaannya intelijen," ujar Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti di Jakarta, Minggu (6/12).
Ia mengatakan, pertemuan Darmawangsa pada Sabtu 5 Desember malam kemarin tidak benar dan tidak pernah ada. Selain itu, Ray menilai, pertemuan tersebut tidak jelas, karena tidak menyebutkan tanggal dan waktu, dan hanya menyebutkan tempat.
"Kan kalau kami mengadakan acara apapun itu kan jelas tanggal waktu dan tempatnya," tutur mantan Sekjen KIPP ini.
Ia menduga, yang menyebarkan isu tersebut adalah orang-orang yang ingin memecah belah elemen persatuan civil society. Selain itu, melemahkan gerakan society yang sebenarnya adalah mewiliki watak damai partisipatif.
"Dengan isu ini akan dibuat karakter baru bahwa civil society itu memiliki unsur kekerasan bermotif politik ataupun ada dukungan-dukungan partai," jelas Ray. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !