INILAH.COM, Jakarta Nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin (7/12) diperkirakan mengalami kenaikan terbatas. Tingginya permintaan dolar AS masih menghalangi penguatan rupiah lebih lanjut. Analis valas CIMB Niaga Emanuel Kurniawan memprediksikan, rupiah

awal pekan ini masih berpeluang melanjutkan penguatan. Namun, kenaikan rupiah tertahan tingginya permintaan dolar AS. Pekan ini rupiah hanya bergerak di 9.400-9.500 per dolar AS, ujarnya kepada
INILAH.COM.
Sementara berdasarkan indikator teknikal, rupiah akan membentuk pola
double bottom. Kondisi ini mengindikasikan rupiah akan mencoba menembus level 9.400 per dolar AS. Sehingga, meskipun ada pelemahan, rupiah tak akan pernah melebihi level 9.500, paparnya.
Menurut Emanuel, pergerakan rupiah dua pekan terakhir dipengaruhi fluktuasi dolar AS. Mata uang AS ini tertahan penguatan euro. Sedangkan jika dolar menguat, euro hanya mengimbanginya dengan bergerak terbatas. Padalah pemerintah AS tidak ingin mata uangnya menjadi terlalu kuat.
Ini berarti, AS harus
maintain pelemahan dolar. Akibatnya,
sub-currency seperti rupiah, pergerakannya tidak terlalu banyak, ujarnya.
Indikasi pelemahan dolar masih ada, terlihat dari naiknya harga emas. Investor pun memilih
wait and see, mencermati dampak dari krisis Dubai. Hal ini juga disebabkan eksposur 14 bank besar di negara bagian Uni Emirat Arab itu. Investor mengkhawatirkan kekurangan likuiditas dolar antar bank ini, katanya.
Namun, rupiah dapat sedikit tertekan, seiring membaiknya data tenaga kerja AS yang dirilis akhir pekan lalu. Adanya ekspektasi pemulihan perluasan pekerjaan, memicu masuknya kembali dolar AS ke aset-aset di negara adidaya tersebut.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa jumlah kehilangan pekerjaan pada November turun menjadi 11 ribu, ketimbang Oktober sebesar 111 ribu. Sedangkan tingkat pengangguran turun dari 10,2% menjadi 10,0% dari angkatan kerja.
Angka tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja bergerak mendekati wilayah positif, dan mengindikasikan perekonomian sedang mendekati pertumbuhan pekerjaan yang diperlukan agar ekonomi segera pulih.
Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank pada Jumat (4/12) akhir pekan lalu terpantau naik 9 poin ke level 9.436 per dolar AS. [ast/mdr]