INILAH.COM, Jakarta - Pengacara yang baru saja menjadi anggota Tim 8, Amir Syamsuddin, akhirnya dipilih untuk menjadi Sekretaris Jenderal Partai Demokrat. Tidak lama. Lima setengah bulan lagi, akan ada kongres Partai Demokrat untuk merombak kepengurusan.
Amir Syamsuddin, dalam jejak rekam, belum pernah aktif di politik. Dia lebih serius menjadi pengacara dan menangani kasus-kasus besar. Tiba-tiba saja dia masuk ke politik dan mendapat jabatan penting di partai pemenang Pemilu. Ada apa? Ditemui di sela-sela Rapimnas ke-3 Partai Demokrat, Minggu (6/12), Amir menjelaskan tentang posisinya. Berikut wawancaranya:
Kenapa Sekjen Demokrat tiba-tiba diganti?
Begini. Waktu yang sekarang ada ini kan begitu sempit. Terutama menjelang kongres. Sekitar 5,5 bulan. Nah, kalau ada jabatan rangkap, efektivitasnya tidak menjamin. Karena itu, saya mencoba menjalankan peranan untuk mengefektifkan kinerja parpol ini.
Saya saat ini betul-betul masuk ke jabatan Sekjen. Dan, pekerjaan pentingnya adalah bagaimana dalam waktu yang singkat mengagendakan kegaiatan yang prioritas. Kongres akan dilakukan Mei 2010, pendek waktunya, padahal banyak sekali yang mau dikerjakan.
Bagaimana Anda mengatasi serangan politik ke Demokrat?
Ya, memang sekarang ini ada situasi, dimana posisi kami dipojokkan. Karena itu, langkah yang kami lakukan harus sesuai dengan koridor-koridor. Jangan membalas semuanya itu. Kalau ada yang melanggar kehormatan demokrat, kami akan melakukan jalur hukum.
Demokrat itu aktif membongkar masalah Century. Kenapa? Supaya isu ini jangan terus-menerus digunakan. Bersama dengan partai lain di pansus kita akan membongkar kasus ini sejelas-jelas. Samgat penting untuk tidak mencoba menutupi. Sebab, ada hal-hal yang mengganggu kredibilitas demokrat.
Ada yang menyebut, Ketua Pansus Century Idrus Marham bermasalah. Apa Pansus Angket yang memang disekenariokan supaya agendanya belok?
Saya tidak ingin berbicara hal-hal yang tidak relevan. Yang relevan kita bicara Bank Century. Awasilah kerja Pansus hak angket. Sudah ada janji dari DPR untuk transparan. Jangan sedikit dihalanagi, ditutupi, dihindari. Jangan sampai ada pihak yang dipanggil tapi dihindari, atau pihak dipanggil malah dipersulit supaya jangan memberi keterangan.
Kalau ada orang Demokrat yang terlibat kasus Century?
Yang menuduh siapa? Demokrat mengikuti saja orang yang menjual prasangka seperti itu. Siapa tahu memang benar ada?
Siapa yang berbuat, dia harus bertanggungjawab. Kami tidak berperan untuk menghalangi. Kalau ada pihak mana menginginkan siapa dipanggil dan ditanya, sedikitpun kami tidak berusaha menghalangi. Kalau Demokrat, akan memakai mekanisme hukum. Tidak akan dilindunghi siapa pun juga, termasuk kader Demokrat. Tidak ada niat, maksud atau langkah untuk melindungi, atau mencoba menghindari tanggung jawab.
Presiden SBY kelihatannya khawatir dengan aksi di Hari Anti Korupsi 9 Desember, nanti. Banyak yang menilai, itu berlebihan dan blunder...
Apakah pernyataan SBY blunder? Menurut saya tidak blunder. Itu hanya mengingatkan bahwa keadaan itu berpotensi menimbulkan keresahan, fitnah, distrust. Jadi, peringatan itu suatu langkah yang tidak buruk saya rasa. Ada dasarnya.
Kita negara demokrasi. Silahkan ada yang mengkritik dengan cara sesuai dengan aturan. Jangan fitnah, karena itu
ada konsekuensi hukumnya. Bukan hanya pasal fitnah dan pencemaran nama baik, tapi di KUHP ada hukuman yang lebih berat.[ims]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !