INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum PBNU KHA Hasyim Muzadi mengingatkan Pansus Angket Bank Century bekerja serius dan menjunjung tinggi kejujuran, bukan sekedar kerja asal-asalan atau ngawur.
"DPR, Pansus Century, hendaknya sadar bahwa lembaga dan gerakannya sedang disorot keras oleh masyarakat bangsa," katanya di Jakarta, Minggu (6/12).
DPR, menurut dia, selama ini belum pernah mampu membuktikan berhasil menyelesaikan perkara besar atau uang besar. Selalu saja gembos di tengah jalan dengan berbagai pertimbangan politik pragmatis. "Yang bisa diselesaikan hanya uang kecil yang tidak cukup dibagi rata," ujarnya seraya mengkritik.
Artinya, lanjut dia, dalam pandangan masyarakat bangsa, DPR masih berjarak dengan amanat perwakilan dan moral politik. "Terlalu banyak trik sinetronnya," ucap mantan cawapres Megawati Soekarnoputri pada 2004 lalu.
Oleh karena itu, Hasyim menambahkan, DPR dan Panitia Angket Century kali ini harus bekerja jujur dan amanat serta memperkuat yang benar, bukan hanya membenarkan yang kuat. "Kalau sampai tidak akurat dan 'ecek-ecek', rakyat akan semakin putus asa terhadap negara dan penyelenggaranya," imbuhnya.
Ia juga mengingatkan kemungkinan terjadinya ketidakpercayaan secara meluas dan menyeluruh di kalangan rakyat jika ternyata DPR selaku pembuat undang-undang yang juga memiliki kewenangan penganggaran dan pengawasan ternyata juga menunjukkan sikap tak bisa dipercaya.
Apalagi, ia mengatakan, sebelumnya masyarakat telah disuguhi kekalutan opini tentang kepolisian, kejaksaan, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berada di antara ranah hukum legal formal dan keadilan. "Ini sangat berbahaya untuk bangsa. Ini berarti negara dirusak oleh parlemennya sendiri," tuturnya.
Sebaliknya, Hasyim menjelaskan, bila DPR, Panitia Angket, bertindak jujur, amanat, serta tajam dalam memotong kezaliman, maka akan menolong sebagian keadaan sekalipun belum semua, mengingat opini masyarakat saat ini terlanjur rendah terhadap kejujuran pemimpin. [*/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !