inovasi portal berita
Kamis, 9 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Reaksi Martil SBY 'Iklan Gratis'

Headline
Presidan SBY - inilah.com/Dokumen
Oleh:
Minggu, 6 Desember 2009 | 20:53 WIB
INILAH.COM, Surabaya - Gerakan Indonesia Bersih menilai reaksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang kemungkinan 'martil' pada aksi peringatan Hari Antikorupsi Dunia pada 9 Desember merupakan 'iklan gratis'.

"Reaksi Presiden itu menjadi iklan gratis bagi kami, karena tidak benar bila kami ditunggangi, sebab kami hanya gerakan moral yang fokus kepada pemberantasan korupsi," kata penggagas Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Yudi Latief, di Surabaya, Minggu (6/12).

Di sela-sela diskusi 'Seabad Muhammadiyah' di Gedung PW Muhammadiyah Jawa Timur, aktivis Pemuda Muhammadiyah itu mengingatkan aksi 'Indonesia Bersih' tak perlu disikapi secara reaktif.

"Kami tidak mempersoalkan aliran dana Bank Century itu kemana saja, tapi kami ingin mengingatkan kasus Bank Century harus didorong untuk menjadi terang benderang, sebab kasus itu menjadi pertaruhan bagi masa depan Indonesia," imbuhnya.

Menurut Direktur Eksekutif Reform Institut, bila kasus Bank Century tidak terungkap seterang mungkin, maka masa depan Indonesia akan suram, sebab korupsi akan tetap ada.

"Kita harus ingat bagaimana kasus BLBI menggerogoti uang negara, karena itu kita tidak ingin kasus Bank Century juga demikian. Artinya, negara dirugikan tanpa bisa berbuat apa-apa. Kami ingin siapapun yang terbukti bersalah harus dihukum, jangan mengulangi kasus BLBI," imbuhnya.

Oleh karena itu, kata aktivis Kompak (Koalisi Masyarakat Pro Antikorupsi) itu, kasus Bank Century jangan dianggap sepele. Apalagi ada indikasi 'kompensasi politis' dengan tampilnya Idrus Marham sebagai pemimpin Pansus Angket Century.

"Yang jelas, kami akan mengawal kasus itu, karena itu kami siap turun ke jalan pada peringatan Hari Antikorupsi Dunia pada 9 Desember 2009 dengan 10.000-an orang dari aktivis 1998, NU, Muhammadiyah, kelompok Cipayung, dan elemen lainnya," beber Yudi.

Aktivis 'Paramadina Indonesia Reform' ini menambahkan, tokoh yang diundang dalam aksi itu antara lain Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin, Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi (PBNU). Namun pihaknya tidak mengundang tokoh politik seperti Megawati atau Jusuf Kalla.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Jakarta (6/12) mengimbau aparat keamanan untuk menghindari benturan dalam peringatan Hari Antikorupsi Dunia pada 9 Desember 2009, agar tidak ada 'martil' yang dikorbankan untuk menggoyang pemerintahan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Yudhoyono yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat di depan kader Partai Demokrat pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke-3 Partai Demokrat di Jakarta (6/12). [*/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.