INILAH.COM, Jakarta - Sikap SBY yang responsif dan cenderung menyerang balik lawan politiknya berpotensi membunuh demokrasi.
Hal ini diungkapkan pengamat politik Afriadi Ajo kepada INILAH.COM di Jakarta (6/12). "Reaksi SBY dengan menyerang balik dan membungkam paksa suara yang berlainan dengan kebijakan dia, merupakan bahaya untuk demokrasi," ujarnya.
Pendapat ini diungkapkan sebagai respon terhadap pidato SBY pada Rapimnas Partai Demokrat, Minggu (6/12). Dimana, di hadapan kader Demokrat, SBY mengatakan bahwa saat ini ada usaha untuk menjatuhnya dirinya.
Afriadi mengatakan, SBY bisa menjelma menjadi tipe pemimpin yang mudah kalut, ketika dihadapkan pada masalah pelik yg datang beruntun.
"Lihat saja pidato dia hari ini di Rapimnas Demokrat? Pembongkaran skandal Century dia tafsirkan sebagai gerakan sistematis yg akan menjatuhkan pemerintahan dia dan penggembosan terhadap demokrat," kata Afriadi.
Kekurangan dia seperti ini harusnya diwaspadai. Sebab, sikap seperti potensial mengantarkan SBY menjadi pemimpin otoriter dan diktator.[ims]