INILAH.COM, Jakarta - Bank Indonesia akan menjaga stabilitas rupiah pada untuk menghadapi gejolak yang dapat terjadi pada peringatan hari korupsi Internasional tanggap 9 Desember mendatang.
Demikian dikatakan Deputi Gubernur BI, Budi Mulya di sela acara seminar yang bertajuk 'Prospect and Development of Indonesiaan Islamic Bank Under The New Tax Regime' di BI, Senin (7/12). "Pokoknya hari biasa tidak biasa kita selalu menjaga rupian selalu terjaga, karema rupiah stabil penting bagi ekonomi," katanya.
Kebijakan itu diambil disebabkan karena posisi rupiah yang stabil penting bagi perekonomian Indonesia. Untuk itu demi menjaga agar tetap rupiah tetap stabil, BI akan meminimalkan volatilitas. Pasalnya jika volatilitas rupiah tidak terkendali dapat menekan perekonomian Indonesia.
Lebih jauh ia berharap, agar permasalahan politik yang ada saat ini dapat segera diselesaikan Masing-masing pihak dapat menjalankan tugasnya secara profesional. Bank Centarl akan bagaimana menjaga stabilitas di pasar keuangan dengan adanya perkembangan nilai tukar capaian inflasi tersebut tercapai, dan dengan begitu kondisi ekonomo Indonesia dapat pulih dalam waktu yang lebih cepat. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !