INILAH.COM, Jakarta - Badan Pusat Statistika (BPS) akan menggelar Sensus Penduduk 2010 (SP 2010) pada 1-30 Mei 2010. Selanjutnya, 15 Mei 2010 akan dijadikan hari Sensus Penduduk.
Hal itu dikatakan Deputi Bidang Statistika Sosial BPS Arizal Ahnaf dalam Publik Ekspose BPS, Senin (7/12). "Nantinya, SP 2010 ini akan dijadikan acuan untuk SP 2020 yang hanya dihitung parameternya tanpa turun lapangan," ujarnya.
SP 2010 ini sejalan dengan UUNo. 16 Tahun 197 yang direkomendasikan PBB yang diikuti oleh seluruh bangsa-bangsa di dunia. Adapun tujuan dari SP 2010 didasari untuk menyediakan data dasar kependudukan yang terkini baik dari segi jumlah penduduk maupun parameter-parameter kependudukan. Anggaran yang disetujui pemerintah sebesar Rp3,3 triliun dari Rp4 triliun yang diusulkan sebelumnya.
Menurutnya, sosialisasi SP 2010 ini akan dikampanyekan pada Januari hingga Mei 2010. BPS juga bekerja sama dengan Departemen Komunikasi dan Informasi untuk menggalang berapa banyak penduduk yang menggunakan ponsel guna mempermudah SP 2010. "Diharapkan pada pertengahan 2011, data lengkap kependududukan dapat dipublikasikan kepada masyarakat,"
ujarnya.
Nantinya, ada empat pertanyaan yang wajib diisi oleh penduduk selain itu, ada juga ada pertanyaaan dalam kops khusus bagi penduduk yang tinggal di daerah tertinggal. "Nantinya hasil SP ini akan dibandingkan dari SP 2000 dan SP 2010," ungkapnya.
BPS memperkirakan akan ada 33 provinsi, 471 kabupaten dan Kota, 6.532 Kecamatan. Nantinya, perkiraaan BPS ini akan dijadikan acuan bagi SP 2010 mendatang. "Ada juga pertanyaan anak lahir dan anak mati begitu juga dengan sang ibu. Bukan hanya itu, penduduk bakal disensus berapa banyak memiliki ponsel," terangnya yang bakal dibantu sebanyak 700 pesensus.
Adapun sasaran SP 2010 adalah masyarakat mulai dari kalangan elit hingga nomaden dan instansi serta berbagai komponen masyarakat. "Pastikan Anda disensus," katanya mengajak semua kalangan ikut disensus. [san/hid]