INILAH.COM, Jakarta - Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh meminta PT Pertamina untuk segera menentukan siapa calon mitra strategisnya untuk menggarap lapangan gas Blok Natuna D Alpha.
Pertamina jangan terlambat dan tidak boleh menomorduakan pencarian calon mitra di Natuna D Alpah, namun harus mempertimbangkan langkah-langkah skematic yang benar, tidak boleh terlalu cepat apalagi kalau terlambat, kata Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh di Jakarta, Senin (7/12).
Katanya lagi, tetapi kalau soal siapa mitranya pemerintah serahkan ke Pertamina namun pemerintah akan membantu perseroan mendapatkan mitra yang bagus dengan menyiapkan skema atau skenario yang tepat. Kalau soal siapa mitranya, kami serahkan kepada mekanisme yang obyektif, pertamina akan didorong untuk membuat skema yang benar, dasarnya adalah obyektifitas, katanya.
Darwin menambahkan mengenai akan dikemanakan gas tersebut, skema pemerintah tetap lapangan besar diutamakan untuk ekspor karena dikaitkan dengan besarnya investasi, namun untuk kewajiban domestiknya tetap ada sesuai dengan UU.
Tetapi yang jelas pasar domestik masih terbatas dengan skala kebutuhan serta kontrak jangka panjang. Karena kalau mengembangkan blok besar memerlukan kontrak jangka panjang di atas 20 atau 25 tahun.
Untuk diketahui saat ini Pertamina masih mencari calon mitranya di Natuna, adapun jumlah calon mitra yang masih dalam proses seleksi antara lain; Exxon, Shell, StatOil, Chevron, Total, CNPC, Eni, dan Petronas. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !