INILAH.COM, Jakarta - Pendapatan PT Jasa Marga bakal naik hampir empat kali lipat (400%) jika tiga ruas jalan tol yang dikelolanya dapat dioperasikan tahun depan. Ketiga ruas tol itu adalah Kebon Jeruk-Penjaringan (9,7 km), Semarang-Solo (75,7 km), dan Surabaya-Mojokerto (36,3 km). Jika sampai akhir tahun ini pendapatan Jasa Marga yang berkode bursa
JSMR ini diperkirakan mencapai Rp 3,5 triliun, tahun depan akan naik menjadi Rp 14 triliun. Penambahan ruas tol tersebut akan meningkatkan total trafik dari 2,5 juta kendaraan saat ini menjadi 2,8 juta kendaraan tahun depan.
Ruas tol Semarang-Solo diperkirakan akan memberi kontribusi yang cukup besar pada pendapatan Jasa Marga (JSMR). Penerapan e-toll card, yang mempersingkat waktu pembayaran dari 7 detik menjadi 4 detik, juga bakal memberikan kontribusi lumayan pada pendapatan JSMR. Ini belum diperhitungkan kemungkinan terjadinya kenaikan tarif tol.
Akhir tahun ini, JSMR diperkirakan akan membukukan laba bersih Rp 927 miliar. Dengan beroperasinya tiga ruas tol baru, manajemen Jasa Marga berani mentargetkan laba bersih Rp 1,278 triliun atau naik 37% lebih pada 2010.
Program pemerintah mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk jalan tol, menjadi sentimen positif bagi JSMR. Soalnya, 98% lebih pendapatan BUMN ini berasal dari jalan tol.
Mungkin itu pula yang membuat seorang analis dari Kresna Securities berani memasang target harga Rp2.100 untuk saham Jasa Marga sampai akhir 2010. Artinya, selama satu tahun ke depan, harga saham BUMN ini bakal tumbuh 11% lebih. Tapi ingat, saham Jasa Marga kurang cocok untuk investor jangka pendek, imbuhnya. [mdr]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !