INILAH.COM, Jakarta - Mantan Menneg BUMN Sofyan Djalil mengakui, setelah Bank Century diselamatkan LPS ada anjuran kepada BUMN agar tetap menahan dananya di bank itu.
"Tapi setelah ada masalah, LPS meminta dan dihimbau BUMN itu tidak menarik uangnya. Jadi tetap di Bank Century. Pada waktu itu kan sudah menjadi milik LPS," ujarnya.
Kala itu, Deputi Meneg BUMN Jasa Keuangan dan Perbankan Pari Kesit mengundang beberapa BUMN terkait himbauan LPS tersebut. Namun keputusdannya diserahkan pada masing-masing perusahaan yang nantinya dalam bentuk business to business. "Tapi (ternyata) tidak ada BUMN yang menaruh duitnya di sana lagi," ujarnya.
Sofyan kembali menegaskan, ia tidak tahu kalaupun ada BUMN yang ternyata menyimpan dananya di Century usai diselamatkan. "Saya gak tahu sama sekali. Saya tidak pernah menginvestigasikan masalah tersebut. Itu terjadi tanpa sepengetahuan saya. Tidak ada kebijakan spesfik," ujarnya. Berdasar pernyataan Sofyan, dana yang ada pada saat itu di Bank Century berkisar Rp 300 miliar.
Menurutnya, dana-dana BUMN seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) yang disimpan di bank tersebut ada pada saat sebelum penyelamatan Century. "Tapi
setelah diselamatkan semua dana BUMN itu ditarik. Yang saya ingat itu Jamsostek, Telkom," ujarnya usai menjadi pembicara dalam diskusi publik di Grha Niaga, Senin (7/12).
Sofyan mengaku, sebelum ada penggelontoran dana kepada Century tersebut ia tidak mengetahui kalau bank terkait memiliki masalah dalam pengelolaannya. [mre]