Sabtu, 26 Mei 2012 | 02:46 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Soal Aliran Century, Demokrat Enggan Diaudit
Headline
Amir Syamsudin - inilah.com /Dokumen
Oleh: R Ferdian Andi R
web - Senin, 7 Desember 2009 | 17:45 WIB
INILAH.COM, Jakarta Sederet tudingan menerpa Partai Demokrat dan para elitnya terkait penerimaan aliran dana Century tak membuat partai itu bergeming dengan melakukan pembuktian terbalik. Justru Partai Demokrat masih bersikukuh bahwa pihaknya sama sekali tak menerima sesenpun aliran dana Bank Century itu.

Menurut Seken DPP Partai Demokrat Amir Syamsudin, tidak fair jika Partai Demokrat dituntut mengaudit para pejabat Partai Dmeokrat terkait rumor tentang aliran dana Bank Century yang dituduhkan mampir ke sejumlah rekening elit Partai Demokrat.

Kalau hanya rumor di pinggir jalan, lalu mewajibkan PD untuk diaudit, saya kira ini tidak adil, ujarnya di Jakarta dalam acara bincang akrab pers dengan Amir Syamsudin yang baru terpilih menjadi Sekjen DPP Partai Demokrat menggantikan Marzuki Alie, Senin (7/12).

Pernyataan itu ketika menjawab pertanyaan pers, apakah Partai Demokrat mau membuktikan sanggahannya terkait klaim tentang tidak menerima sesenpun terkait aliran dana Century. Menurut Amir, justru pihak yang menuduh PD menerima aliran dana Century harus membutikan ke publik. Yang menuduh, harusnya wajib tampil membuktikan. Bagaimana harus membuktikan jika dari awal itu adalah berita bohong. Kenapa harus disimpan? tegasnya seraya menegaskan siapapun yang dipanggil panitia angket Bank Century wajib untuk hadir tidak terkecuali Wapres Boediono.

Pernyataan Amir Syamsudin terkait tudingan LSM Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) yang menyebutkan sejumlah nama petinggi Partai Demokrat dan tim Kampanye Nasional SBY-Boediono menerima aliran dana Century. Akibat rilis Bendera tersebut, sehari setelah rilis tersebut, pihak-pihak yang merasa dicemarkan langsung melaporkan LSM Bendera ke Polda Metro Jaya terkait pencemaran nama baik.
"Kenapa harus disimpan (sumber data dari LSM Bendera). Tinggal konfirmasi ke PPATK, BI, tidak perlu lagi tunggu panitia hak angket, langsung uji publik jika memang mereka punya data, cetus pengacara senior ini.
Amir menegaskan, tidak layak jika Partai Demokrat dipersalahkan terkait aliran dana Century. Menurut dia, yang menuduh sudah merasa yakin dnegan tuduhannya, lebih baik ungkapkan ke publik. Apakah layak PD dipersalahkan? Saya kira sungguh tidak adil. Kalau yang menuduh sudah yakin, silakan ungkapkan ke publik, ujarnya seraya mengeluh, selama berbulan-bulan pers menaruh curiga terhadap PD.

Sementara, salah satu inisiator hak angket DPR yang juga anggota panitia angket Bambang Soesatyo menegaskan PPATK harus membuktikan bahwa memang tidak benar ada transaksi pada orang atau lembaga yang disebut-sebut menerima dengan membuktikan tidak ada pembengkakkan di rekening yang bersangkutan.
Harus dibuktikan apakah ada pembengkakan di rekeningnya baik pribadi, maupun orang-orang yang berhubungan dengan yang bersangkutan baik perusahaan maupun yayasan, cetus Bambang.

Lalu bagaimana kalau pencairan dana melalui tunai tidak melalui sistem keuangan?
Bambang mengusulkan harus dilakukan pembuktian terbalik. Kalau alirannya tunai, makanya dilakukan pembuktian terbalik. Ini permainan sudah canggih, jangan berharap aliran dana dari TLC atau RTGS, tegasnya mengingatkan.
Mengurai benang kusut dana talangan Bank Century memang seperti menegakkan benang basah. Upaya politik dan hukum baik oleh DPR melalui panitia angket Century maupun KPK setidanya dapat mendudukkan perkara Century ini. Meskipun, niat baik semua pihak merelakan diri diaudit dengan pembuktian terbalik, ada baiknya bisa mengurangi polemik daripada membantah yang cenderung menambah polemik di publik. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
gethuk
Selasa, 8 Desember 2009 | 08:37 WIB
kebanyakan politisi cari nama!!!! bukannya mengajukan usulan konstruktif untuk kemajuan bangsa, malahan mengorbitkan BUDAYA GOYANG. siapapun pemimpinnya, ke depan pasti akan ada yang mencari celah untuk mengGOYANG. pemimpin bikin pernyataan selalu dikomentari miring, tidak bikin pernyataanpun dikomentari miring... jangan2 pergi ke wc-pun dikomentari.
CONBRO
Senin, 7 Desember 2009 | 19:09 WIB
YAA...DICARI ,BUKTI BUKTINYA BARU DI TANGKEP TERUS DIPERIKSA REKENINGNYA MASAK TWO THE POINT.KERJANYA ORANG MALES.PADAHAL AKU BUKAN FANS DEMOKRAT LHO,,,
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.