INILAH.COM, Jember - Berbagai aktivis mahasiswa dari beberapa organisasi ekstra kampus di Kabupaten Jember, Jawa Timur, siap menggelar unjuk rasa besar-besaran untuk memperingati Hari Antikorupsi pada tanggal 9 Desember.
Ketua PMII Cabang Jember, Abdurrahman Bin Auf, Selasa, mengatakan, sedikitnya 200 aktivis mahasiswa PMII akan turun ke jalan untuk memperingati Hari Antikorupsi dan menyuarakan penegakan hukum terhadap seluruh kasus korupsi di Indonesia.
"Kami melihat kinerja aparat penegak hukum di Indonesia masih lamban dalam menangani kasus korupsi," kata aktivis mahasiswa yang akrab disapa Maman ini.
PMII Jember, lanjut dia, sudah menyampaikan pemberitahuan secara lisan kepada aparat kepolisian terkait dengan rencana unjuk rasa yang digelar di halaman DPRD Jember pada Rabu (9/12).
"Sore ini, kami akan menyampaikan surat pemberitahuan secara tertulis kepada aparat kepolisian tentang aksi Hari Antikorupsi pada Rabu (9/12)," ujarnya.
Ia berharap, peringatan Hari Antikorupsi tidak hanya dijadikan momentum peringatan saja oleh pemerintah dan aparat penegak hukum, namun dijadikan gebrakan baru untuk mengusut tuntas kasus korupsi di Indonesia.
Selain PMII, kata Maman, kemungkinan sejumlah elemen organisasi mahasiswa lainnya juga akan melakukan aksi unjuk rasa serupa di sejumlah lokasi pada Hari Antikorupsi nanti.
Sementara Kasat Intelkam Polres Jember, AKP Harwiyono, mengatakan, pihaknya baru menerima pemberitahuan dua elemen organisasi ektra kampus terkait dengan aksi unjuk rasa pada peringatan Hari Antikorupsi di Jember.
"Surat pemberitahuan yang sudah masuk yakni PMII dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang akan melakukan aksi unjuk rasa pada Rabu (9/12)," tuturnya.
Ia berharap, seluruh aksi unjuk rasa memperingati Hari Antikorupsi berjalan lancar dan tidak ada aksi anarkhis yang dilakukan sejumlah elemen mahasiswa.
"Kami siap mengamankan jalannya aksi unjuk rasa di sejumlah titik lokasi di Jember," katanya. [*/cms]