INILAH.COM, Jakarta Pelaku kejahatan phising di Facebook makin gencar melancarkan aksinya. Salah satu yang berbahaya adalah Grandmother Scam yang menyebabkan user banyak terperdaya.
Situs jejaring sosial macam Facebook, Twitter dan MySpace yang popular membuat para scammer atau penipu online makin mudah mengambil keuntungan.
Korban didekati dengan berbagai macam cara, seperti lewat email tradisional dan SMS. Namun Facebook telah membuat pesan tersebut menjadi lebih istimewa.
"Teknologi sangat menakutkan sebenarnya," kata Katie Carrol dari Better Business Bureau.
Ulah penipu bisa melalui email yang menyebut teman atau keluarga dekat sedang berada dalam kesulitan dan membutuhkan uang. Jadi Anda akan mengirimkan uang secepat mungkin."
Penipuan seperti itu disebut sebagai Grandmother Scam. Penipu juga menggunakan pancingan video untuk menarik korbannya.
"Seorang scammer bisa mengirimkan video dan mengatakan, hei cek dirimu ada di dalam pesta yang kami adakan. Dan ketika kamu mengkliknya, maka virus akan langsung menyebar di dalam akun Facebookmu," tambah Carrol
Scammer mempunyai kemampuan dalam mengelabui sehingga email tersebut tampak berasal dari salah satu teman.
"Dan mereka dapat menguasai seluruh akun Facebook kita, sehingga semua teman dan kerabat kita mengira bahwa memang pesan-pesan tersebut adalah berasal dari kita, padahal sebenarnya bukan," kata Carrol.
Ia mengingatkan jika tidak yakin dengan sebuah kiriman pesan, lebih baik mengecek ulang pada yang bersangkutan dan memastikan bahwa semuanya memang benar dan asli. Lebih baik mencegah daripada mengobati," ingatnya.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !