inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

BI: Kita Butuh Instrumen Seseksi SBI

Headline
istimewa
Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
Rabu, 9 Desember 2009 | 11:37 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai, instrumen investasi dalam negeri masih minim untuk menarik minat investor.

Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono mengatakan, aliran arus modal yang masuk ke Indonesia saat ini lebih banyak dalam bentuk jangka pendek. "Ini pengaruh ke nilai tukar," ujarnya dalam Forum Dialog Bersama Otoritas dan Pelaku Ekonomi "Meneropong Ekonomi Indonesia ke Depan Peluang dan Tantangan" di Menara Syafrudin Kompleks BI Jakarta, Rabu (9/12).

Menurutnya, saat ini dana asing masuk ke dalam instrumen Sertifikat Bank Indonesi (SBI), sementara banyak dari investor yang berminat tinggi menanamkan dananya ke Indonesia. "Tapi paper (instrumen) kita masih sangat terbatas. SBI dilihat sangat seksi, bunganya tinggi," ujarnya.

Hartadi pun menyatakan, apabila ppemerintah memiliki instrumen lain yang dapat mengimbangi SBI maka dana asing tidak akan bertumpuk pada instrumen itu saja. "Tapi kalau kita bisa banyak ciptakan paper yang sama seksinya dengan SBI sehingga tanpa dilarang pun akan berpindah dari SBI," ujarnya.

Keberadaan instrumen lain juga akan menunjang pencapaian pertumbuhan ekonomi 7% dalam 5 tahun ke depan. "Maka kalau kita mau tumbuh 7% diperlukan dana masuk dari luar. Jadi kita tidak bisa membiarkan perekonomian kita terbatas, sehingga tidak mungkin buat kita tidak mengambil kesempatan ambil dana dari luar negri. Ini kunci BI dn pemerintah untuk tetap menggalang dana sehingga investasi menengah panjang bisa berjalan baik," pungkasya. [mre/san/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.