INILAH.COM, Jakarta - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) membantah ingin mengakuisisi salah satu produk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) yaitu Telkom Flexi. Rencananya, BTEL akan menerbitkan obligasi internasional untuk refinancing dan belanja modal.
Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk Anindya Bakrie, Rabu (9/12) seusai acara Ivestment Award 2009, di gedung Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). "Saya rasa itu hanya rumor saja. BTEL masih fokus pada pertumbuhan organik," kata Anindya.
Menurut Anindya, pertumbuhan organik BTEL cukup besar seperti akhir tahun menargetkan jumlah pelanggan hingga 10,5 juta pelanggan. "Kita sudah memiliki jumlah pelanggan lebih dari 10,5 juta pelanggan. Target tahun depan sekitar 14 juta pelanggan," ujar Anindya.
Saat ini BTEL menambah kanal baru yaitu Jawa-Banten untuk penyediaan data internet. Menurut Anindya, pihaknya optimis meraih 14 juta pelanggan karena gabungan penetrasi Indonesia bisa tumbuh sekitar 15 persen per tahun. Selain itu harga tarif yang terjangkau membuat adanya penambahan jumlah pelanggan.
BTEL juga berencana untuk menerbitkan obligasi internasional untuk refinancing utang dan belanja modal. "Kita masih melihat pasar dulu, kita sudah melakukan pinjaman sindikasi dan obligasi rupiah, kemungkinan
global bond," tutur Anindya.
Saat ini BTEL memiliki posisi utang dari pinjaman sindikasi sebesar US$145 juta dan obligasi senilai Rp600 miliar. [cms]