INILAH.COM, Jakarta - Direktur Utama BEI Ito Warsito menilai, pemerintah masih merasa kuatir pendapatan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan berkurang terkait aksi penawaran umum saham perdana atau IPO.
"Ada kecenderungan di pikiran pemerintah, kalau sahamnya terdilusi maka penerimaan ke negara berkurang," ujarnya Forum Dialog Bersama Otoritas dan Pelaku Ekonomi "Meneropong Ekonomi Indonesia ke Depan Peluang dan Tantangan" di Menara Syafrudin Kompleks BI Jakarta, Rabu (9/12).
Ito menjelaskan, hal terserbut terlihat dari jumlah privatisasi yang dilakukan sejumlah perusahaan BUMN selama 18 tahun belakangan hanya sebanyak 15 perusahaan pelat merah saja.
Ito juga menilai, pemerintah belum memberikan kepercayaan penuh bagi perseroan yang melantai di bursa dalam hal kinerja. "Telkom itu dulu waktu IPO, nilai saham pemerintah hanya Rp20 triliun. Sekarang sudah naik Rp90 triliun. Cara pikir pemerintah ini harus dibenahi," ujarnya.
Ke depan, Ito berharap, pemerintah melalui BUMN dapat lebih banyak melepas saham BUMN di BEI agar dapat menggerakkan sektor pasar modal dan berdampak pada perekonomian. [mre/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !