INILAH.COM, Jakarta - Partai Golkar mengecam tudingan Menkeu Sri Mulyani yang mengaku dirinya adalah target balas dendam. Terlalu kecil bila target Golkar di Pansus Century hanya menyeret Sri Mulyani.
"Terlalu kecil Pansus dan Golkar memikirkan Sri Mulyani," kata Ketua Pansus Angekt Century Idrus Marham sebelum Rapim di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/12).
Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani mengaku dirinya menjadi sasaran pembalasan Partai Golkar terkait skandal Bank Century. Karena ia dan Bakrie Group, perusahaan milik Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie kerap berbenturan dalam dunia perbankan.
"Kita lihat nanti di Pansus ini baik. Jangan karena urusan pribadi jadi hambatan," ujar Idrus yang mengenakan kemeja putih lengan pendek itu.
Golkar diduga memliki motif dendam memanggil Boediono karena tak dapat kursi Wapres SBY di Pilpres 2009 lalu. Menanggapi kabar tersebut Idrus membantahnya. "Kalau ada tendesi itu, pelecehan. Golkar targetnya presiden di 2014," kilah Idrus yang juga Sekjen Partai Golkar.
Menurutnya, komitmen Golkar jelas di dalam Pansus Angket Century adalah mengungkap kasus, tidak dibumbui tendensi apapun. "Harus tujuannya memperbaiki bangsa ke depan, makanya kita tak ragu-ragu di Pansus ini," imbuhnya.
Idrus menyebut Golkar bukan parpol yang mengambil kesempatan di tikungan. Politik balas dendam yang ditudingkan Sri Mulyani sangat tidak fair. "Kita akan Rapim nanti untuk membahas siapa saja yang akan dipanggil," tandas Idrus. [ikl/jib]