INILAH.COM, Jakarta - Hingga Oktober 2009 Jamsostek telah membayarkan jaminan hari tua sebesar Rp5,6 triliun, jumlah tersebut melebihi target awal yang hanya Rp4,82 triliun.
Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga mengatakan, membengkaknya jumlah pembayaran hari tua tersebut disebabkan karena banyak terjadi PHK akibat imbas krisis global yang terjadi sejak 2008 lalu. "Banyak PHK sehingga banyak pegawai peserta Jamsostek yg mencairkan klamnya dengan syarat kepersertaan 5 tahun, dengan jarak tunggu 1 bulan," ujarnya di Jakarta (10/12).
Sedangkan pembayaran jaminan non hari tua, kata Hotbonar lebih sedikit. Pembayaran akibat kematian, kecelakaan kerja dan kesehatan mencapai Rp1,239 triliun, jumlah tersebut sebanyak 8% dari anggaran awal sebesar Rp1,54 triliun.
Adapun, penerimaan iuran hari tua Hingga Oktober ini sebesar Rp7,12 triliun atau 85% dari target awal. Sedangkan untuk jaminan non hari tua tercatat Rp2,74 triliun atau 74 % dari target 2,97.
Ia mengatakan, hingga Oktober 2009 total iuran 2 Jamsostek secara keseluruhan baru tercapai Rp9,266 triliun atau 80% dari target awal sebesar Rp11,436 triliun. "Diharapkan dalam dua bulan ini bisa mencapai target," harapnya. [san/cms]