inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Gaya Venis Tak Perlu Penetrasi

Oleh: Entin Supriati, Kontributor
Minggu, 6 April 2008 | 01:30 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Apakah Venis? Pilihan kata yang sangat tongue twister Ini tidak lain adalah gaya kemesraan yang menganjurkan pasangan menikmati seks dengan cara konvensional.


Menurut terapis Dr Laura Berman yang mempopulerkannya, ini adalah foreplay dahsyat yang melarang penetrasi sama sekali.

Dr Berman mengembangkan program pelatihan seks yang mengajarkan kaum dewasa mengenal perilaku aman, dan menjelajah khasanah kenikmatan tanpa ada tekanan untuk meraih puncak sesegera mungkin dengan penetrasi.

Menurut Dr Berman cara ini berguna untuk menumbuhkan rasa nyaman. Terutama yang memiliki masalah seksual seperti disfungsi ereksi atau ejakulasi prematur, vagina kering, libido rendah yang akan menjadikan target penetrasi sebagai arena frustasi.

Bercinta ala Venis tidak berbeda dengan foreplay biasa. Misalnya, mulai dengan saling mengusapkan minyak ke seluruh tubuh dan jangan kaget jika kemudian berlangsung pertandingan wrestling.
Coba pula sesekali menari striptease bergantian, diskusikan pula fantasi seks sambil mandi berendam.

Tidak ada salahnya memutar video porno dan mencoba berbagai jenis ciuman. Memijat pasangan dengan lotion atau es krim akan membuat ketagihan. Saat membuka pakaian lakukan secara bersamaan, jika setuju menggunakan sex toy, tidak ada salahnya bukan?

Nasehat terakhir dari Dr Berman adalah menyaksikan pasangan bermasturbasi atau bisa juga Anda yang jadi relawan. Kemudian cobalah penetrasi ala Venis yaitu di antara kedua paha atau payudara.

Dari semua sarana pemanasan itu ada satu kesamaan, yakni tidak ada pertukaran cairan yang menjadikan seks Venis aman dan menjadi alternatif. Berhasil atau tidak mencapai orgasme tergantung dari sejauh mana Anda berdua menikmati gaya ini. Jika sudah merasa amat nyaman, percaya diri serta kedua belah pihak setuju, bisa saja dilanjutkan dengan hubungan seks konvensional. [L1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.