inovasi portal berita
Kamis, 9 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,988.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Menguap Baik untuk Kesehatan dan Orgasme

Headline
istimewa
Oleh: Liana Garcia
Sabtu, 12 Desember 2009 | 08:27 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Mengantuk? Pasti Anda akan menguap dengan mulut terbuka lebar. Berhubung rasa kantuk selalu diidentikkan dengan menguap (yawning).
Menguap tidak selalu diartikan dengan kondisi mengantuk. Orang menguap karena saat itu tubuhnya kekurangan oksigen. Dengan menguap, kita menghirup oksigen sebanyak-banyaknya melalui mulut agar dapat memenuhi kekurangan oksigen di dalam tubuh.
Ahli neuroscientis, Andrew Newberg, Direktur The Center for Spirituality and the Mind dari Universitas of Pennsylvania mengatakan, menguap merupakan salah satu rahasia kesehatan.
"Kalau Anda ingin punya otak sehat, sangat penting untuk menguap," kata Newberg
Menguap, menurut Newberg akan menstimulasi irama saraf di bagian tertentu di otak dan mengatur temperatur otak dan metabolisme. Seluruh fungsi ini akan meningkatkan kontrol otot, meningkatkan sensualitas, bahkan mengatasi jet lag. Karena itu dia menyarankan agar kita menguap setidaknya 10 kali setiap hari.
Selain memberi dampak positif bagi otak, menguap juga membuat tubuh lebih rileks.
"Menguap lebih efektif dari meditasi untuk meningkatkan fungsi kognitif," kata Newberg.
Penelitian juga menunjukkan menguap akan merangsang bagian otak yang berfungsi pada rasa empati dan kepedulian sosial.
Menguap juga membantu mengatur jam biologis tubuh. Saat kita sedang lelah, menguap merupakan sinyal agar kita segera beristirahat atau tidur.
Sementara, menurut paparan Joan Liebmann-Smith Ph.D dan Jacqueline Nardi Egan melalui artikel kesehatan yang berjudul Body Sign, How to Be Your Own Diagnostic Detective, orang-orang menguap untuk berbagai macam alasan, tapi menguap juga tidak selalu berarti mengantuk.
Ilmuwan percaya menguap dapat membantu seseorang menjadi lebih waspada untuk segera memasukkan oksigen ke otak. Karena menguap adalah salah satu tanda jumlah oksigen di dalam otak sedang menurun yang bisa membuat seseorang sulit konsentrasi.
Menguap justru membantu mengatur suhu tubuh. Dengan menguap maka terjadi proses menaikkan tekanan darah dan laju jantung.
Kadang-kadang banyak menguap juga akibat reaksi dari terapi radiasi untuk kanker dan juga konsumsi obat-obatan seperti untuk pengobatan penyakit parkinson.
Fakta penting lagi, hampir semua makhluk vertebrata selalu menguap. Bahkan janin manusia mulai menguap ketika berusia 11 minggu.
Uniknya beberapa pasien di luar negeri mengaku bahwa tiap kali mereka menguap mereka seperti mengalami orgasme spontan. Seorang perempuan bahkan menjadi sangat mahir merasakan orgasme dengan menguap.
Fungsi menguap sama dengan peregangan otot sebelum olahraga, yaitu memperlancar aliran darah dan detak jantung.
Bukan hanya manusia saja yang menguap, binatang juga suka membuka mulutnya lebar-lebar dan menguap. Biasanya binatang akan menguap sebelum makan atau ketika akan berkelahi.
Menguap juga sangat cepat menular. Jadi, ketika melihat teman menguap, secara reflek juga akan menulari orang yang berada di dekatnya. Dengan menguap menandakan otak sedang bersiap-siap dengan adanya perubahan posisi.
Bahkan bayi yang berada dalam kandungan akan menguap sebelum berubah posisi dalam perut ibunya. Menurut para peneliti, menguap juga berhubungan tingkat intelegensia seorang anak.
Menguap bisa terjadi karena:
Kelaparan
Dalam keadaan kurang asupan glukosa, metabolisme otak akan menurun. Otak merupakan organ yang paling rakus terhadap konsumsi glukosa dan oksigen. Menurunnya asupan glukosa, maka secara tidak langsung menurunkan konsumsi oksigen oleh otak.
Keletihan
Penggunaan energi untuk bekerja otomatis membutuhkan oksigen sebagai bahan bakarnya (oksidasi). Selain membutuhkan oksigen yang banyak, hasil oksidasi juga memunculkan oksidan yang harus dibuang. Jika menumpuk, maka ia akan mengganggu sirkulasi darah. Menguap membantu mencukupi kebutuhan oksigen yang kurang itu.
Tekanan udara yang tinggi
Pada daerah sangat tinggi, tekanan udara yang tinggi akan menyebabkan paru-paru sulit mengambil udara. Jika tidak ada latihan sebelumnya, maka hal ini akan sangat berbahaya, misalnya di atas pesawat, jet, dsb.
Udara dingin
Pada suhu udara lebih rendah, tubuh akan mempertahankan suhu rata-rata tubuh (36,5-37,1 derajat Celcius) dengan cara membakar lemak. Hal ini berguna agar tubuh tidak jatuh ke keadaan kedinginan. Jika gagal, dibantu dengan jaket, selimut, ataupun baju tebal lainnya.
Proses peningkatan metabolisme lemak ini membutuhkan oksigen lebih banyak dan tambahan asupan makanan. Tidak heran jika di daerah dingin, kita akan lebih cepat lapar, menguap, dan mengantuk.
Ruangan Sempit
Ventilasi yang kurang baik. Dalam ruangan ber-AC, kita cenderung menutup semua lubang ventilasi agar udara dingin bisa kita nikmati. Padahal cara ini justru mengurangi sirkulasi udara, menurunkan oksigen, dan meningkatkan kandungan karbondioksida. Pastikan ruangan tersebut memiliki exhaust-fan. Jika tidak, bukalah jendela Anda. [mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.