INILAH.COM, Los Angeles - Rihanna mengakui tak pernah membenci Chris Brown, mantan kekasihnya yang telah membuatnya terluka. Alasannya, 'Cinta tak mudah hilang'.
Penyanyi The Russian Roulette bersikeras tak akan pernah membenci mantan pacarnya, Chris Brown. Atas penganiayan terhadap dirinya oleh Chris, ia justru menganggap sebagai pelajaran berharga.
"Aku tidak bisa melihat diri sendiri, untuk tidak pernah berbicara dengannya lagi. Ada emosi di sana. Aku pikir itu mungkin akan berubah seiring berjalannya waktu," kata bintang berusia 21 itu, seperti dikutip INILAH.COM dari situs femalefirst, Jumat (11/12).
Rihannna mengaku sempat merasa malu atas aib yang ia alami. Saking malunya, ia sempat merasa tak sanggup meneruskan karir menyanyinya. Maklum, serangan brutal Chris terhadapnya tak hanya meninggalkan luka memar di tubuhnya, tetapi juga luka di hatinya.
"Ini memalukan. Dan ironinya aku jatuh cinta kepadanya. Dia adalah cinta pertama saya yang sangat besar, bahkan semakin menjadi saja besarnya. Namun, akan berbahaya jika saya harus terus melanjutkannya," ungkapnya kepada majalah Glamour.
Meski begitu, pascaserangan itu Rihanna mau berdamai. Ia punya alasan tentang itu. "Cinta tak mudah hilang begitu saja," pungkasnya. [aji/mor]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !