INILAH.COM, Jakarta - Large Hadron Collider makin dekat untuk membuka rahasia materi gelap, setelah pemukul atom itu merekam tabrakan proton pertama dengan energi tinggi.
Tabrakan terjadi saat collider sedang melalui uji coba persiapan operasi penuh tahun depan, menurut Christine Sutton dari Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir, atau CERN.
Fisikawan berharap benturan tersebut akan membantu mereka memahami fenomena yang dicurigai seperti materi gelap, antimateri dan akhirnya Big Bang diperkirakan telah menciptakan alam semesta miliaran tahun yang lalu.
Dua tembakan sinar partikel itu beredar di arah berlawanan dalam tabrakan dengan energi 1,18 trillion elektron volt (TEV).
Atlas, salah satu dari empat detektor utama dalam kamar berukuran katedral dalam terowongan bawah tanah di Jenewa itu, telah diaktifkan dan dapat merekam tabrakan.
"Mereka mencatat beberapa tabrakan, dan salah satu dari mereka terlihat cukup bagus," kata Dr Sutton.
Dr Sutton mengatakan tabrakan terjadi ketika mesin itu mencapai 1,18 TEV.
Itu setara dengan rekor dunia percepatan proton pada bulan November, ketika sinar partikel berjalan dengan 20 persen lebih banyak kekuatan.
Operator merencanakan lebih banyak tabrakan dengan energi lebih rendah sehingga percobaan dapat mengkalibrasi peralatan dan mempersiapkan untuk energi lebih tinggi.
CERN merencanakan tabrakan pada 1,18 TeV, tetapi penemuan ilmiah baru kemungkinan baru didapat tahun depan saat energinya mencapai 3,5 TEV.[ito]