inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Facebook Dinilai Kelewatan Melarang Susu

Headline
istimewa
Oleh:
Sabtu, 12 Desember 2009 | 16:31 WIB
TERKAIT
INILAH.COM, Jakarta - Kelompok industri makanan melakukan protes keras kepada Facebook. Jejaring sosial itu dinilai kelewatan melarang minuman yang membuat tulang sehat itu.

Center for Consumer Freedom, sebuah kelompok berbasis di Washington yang didukung restoran dan perusahaan penghasil makanan menyatakan, susu tidak boleh disamakan dengan rokok dan resep obat penghilang rasa sakit.

Facebook mengatakan pelarangan itu bukan menentang laktosa, tetapi ada undang-undang yang melarang menjadikan susu sebagai hadiah.

Facebook berusaha memenuhi "hukum negara yang menjatuhkan hukuman bagi yang mendistribusikan susu dengan tarif diskon," kata Andrew Noyes, manajer komunikasi kebijakan publik di Facebook.

"Di Facebook kami semua adalah penggemar berat tulang yang kuat dan kami akan segera merevisi pedoman promosi kami untuk menghapus larangan menyeluruh terhadap susu dan memberikan susu sebagai hadiah," katanya.

Facebook dapat melarang apa pun yang mereka inginkan, tetapi dalam kasus susu mereka hanya memperhatikan undang-undang di negara bagian, kata Andy Lustigman, pengacara di New York yang mengkhususkan diri dalam periklanan dan promosi pemasaran.

Selain susu, Facebook juga melarang perjudian, senjata, dan tembakau. Hadiah bensin juga dilarang dengan alasan yang sama.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.