INILAH.COM, Jakarta - Kelompok industri makanan melakukan protes keras kepada Facebook. Jejaring sosial itu dinilai kelewatan melarang minuman yang membuat tulang sehat itu.
Center for Consumer Freedom, sebuah kelompok berbasis di Washington yang didukung restoran dan perusahaan penghasil makanan menyatakan, susu tidak boleh disamakan dengan rokok dan resep obat penghilang rasa sakit.
Facebook mengatakan pelarangan itu bukan menentang laktosa, tetapi ada undang-undang yang melarang menjadikan susu sebagai hadiah.
Facebook berusaha memenuhi "hukum negara yang menjatuhkan hukuman bagi yang mendistribusikan susu dengan tarif diskon," kata Andrew Noyes, manajer komunikasi kebijakan publik di Facebook.
"Di Facebook kami semua adalah penggemar berat tulang yang kuat dan kami akan segera merevisi pedoman promosi kami untuk menghapus larangan menyeluruh terhadap susu dan memberikan susu sebagai hadiah," katanya.
Facebook dapat melarang apa pun yang mereka inginkan, tetapi dalam kasus susu mereka hanya memperhatikan undang-undang di negara bagian, kata Andy Lustigman, pengacara di New York yang mengkhususkan diri dalam periklanan dan promosi pemasaran.
Selain susu, Facebook juga melarang perjudian, senjata, dan tembakau. Hadiah bensin juga dilarang dengan alasan yang sama.[ito]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !