INILAH.COM, Jakarta - Satria Muda (SM) Britama Jakarta akhirnya mampu membalaskan dendam kekalahan mereka dari Singapore Slingers di ajang ASEAN Basketball League (ABL) 2009.
Bermain di hadapan pendukungnya di BritAma Arena Sportsmall, Kelapa Gading, Sabtu (12/12), tim asuhan Fictor Gideon Roring itu membungkam Slingers dengan skor 67-58.
Pertandingan berlangsung ketat di kuarter pertama. Rensy Moerales Bajar, Youbel Sondakh dan Wellyanson Situmorang bahkan sudah mendapatkan dua foul di kuarter pembuka yang berakhir bagi keunggulan Slingers 17-15.
Nakiea Miller, yang terpillih sebagai player of the game dengan 19 poin dan 11 rebound berhasil tampil memukau di kuarter kedua. Selain itu defense SM yang mulai berjalan dengan baik membuat juara IBL itu unggul 35-31.
Pada kuarter ketiga giliran pemain lokal yang unjuk gigi menyusul cedera yang didapat Miller di kuarter sebelumnya. Youbel, Amin Prihantono dan Faisal J Ahmad bergantian menceploskan bola ke ring dan mengukuhkan keunggulan SM menjadi 50-41.
Unggul sembilan poin tidak membuat pasukan SM lengah. Seolah tidak mau mengulangi kecolongan saat menjamu Slingers pada bulan November lalu, pemain SM berhasil bermain solid. Di kuarter terakhir ini, SM sempat memimpin dengan jarak 16 poin sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan skor 67-58.
Kunci permainan SM menurut Ito, sapaan akrab Fictor Roring, adalah kemampuan seluruh pemain untuk bermain sebagai satu tim dan penampilan pemain lokal yang memuaskan.
Kontribusi pemain impor memang tinggi tapi pemain lokal patut diberi kredit. Mereka nggak down lihat Nakiea nggak main (karena cedera di kuarter dua). Mereka mau membuktikan bahwa tim ini mampu menang, kata Ito.
Kita juga bermain as a team, kita tadi bisa lihat bola ngalir. Dodo (Christian Ronaldo), Amin bisa menghasilkan poin dan kita bermain dengan defense yang lebih baik, lanjut pelatih yang pernah membela SM itu.
Permainan solid dan pertahanan kokoh yang diperagakan SM diakui oleh pelatih Slingers, Frank Arsego, yang menyebutkan sang lawan bermain baik sehingga mampu menekan poin anak asuhnya.[nov]